LandSpace, Murid SpaceX dari China, Gagal Mendaratkan Roket Reusable Pertamanya

- Senin, 19 Januari 2026 | 12:30 WIB
LandSpace, Murid SpaceX dari China, Gagal Mendaratkan Roket Reusable Pertamanya

“Falcon 9 adalah konfigurasi yang sukses dan sudah teruji,” kata Dong Kai, wakil kepala perancang Zhuque-3, dalam sebuah podcast pekan lalu. “Setelah mempelajarinya, kami sadar itu masuk akal. Ini soal pembelajaran, bukan sekadar meniru.”

LandSpace bahkan membuka akses ke fasilitas pabriknya untuk Reuters, memberikan kesempatan langka bagi media asing untuk melihat langsung aset inti mereka. Langkah ini sejalan dengan upaya Beijing yang, sejak membuka pendanaan swasta untuk misi antariksa pada 2014, kini berusaha mempermudah perusahaan rintisan seperti LandSpace untuk melakukan IPO. Waktunya pun berdekatan dengan rencana SpaceX sendiri untuk melantai di bursa.

Elon Musk sendiri ternyata sudah memperhatikan desain Zhuque-3. Sebulan sebelum peluncuran perdana, dia berkomentar bahwa roket China itu mengadopsi aspek-aspek dari Starship dan menerapkannya pada desain mirip Falcon 9.

“Mereka menambahkan fitur Starship, seperti baja tahan karat dan bahan bakar methalox, ke arsitektur Falcon 9. Itu bisa membuatnya mengalahkan Falcon 9,” kata Musk pada Oktober 2025. “Tapi Starship berada di liga yang berbeda.”

Penggunaan baja tahan karat dan mesin berbahan bakar methalox campuran metana dan oksigen cair adalah beberapa cara untuk memangkas biaya peluncuran yang selangit. Namun, penghematan terbesar tetap datang dari kemampuan menggunakan kembali roket itu sendiri: meluncurkannya, membawanya kembali ke Bumi, lalu meluncurkannya lagi.

SpaceX dulu butuh dua kali percobaan gagal sebelum akhirnya berhasil mendaratkan roket pendorong Falcon pertamanya pada 2015. Jalan LandSpace, tampaknya, juga masih panjang. Tapi mereka sudah memulainya.


Halaman:

Komentar