Sahur Jadi Prime Time Baru di Era Digital, Trafik Internet Melonjak 90%

- Jumat, 16 Januari 2026 | 13:12 WIB
Sahur Jadi Prime Time Baru di Era Digital, Trafik Internet Melonjak 90%

Lalu, siapa sih yang paling aktif? Analisis dari jutaan klik kampanye Ramadan menunjukkan, 94 persen audiens dengan konversi tertinggi adalah muslim. Mayoritas berasal dari generasi Milenial, disusul Gen X dan Gen Z. Secara geografis, mereka banyak berkumpul di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.

Dari segi kebiasaan, lebih dari separuhnya aktif di media sosial. Sebagian lagi rutin belanja online dan pakai layanan keuangan digital. Nah, soal belanja ini, angkanya cukup mencengangkan. Lebih dari 54% konsumen mengeluarkan uang lebih banyak selama Ramadan, rata-rata antara Rp 3,5 juta sampai Rp 7 juta. Belanja untuk bahan masakan dan makanan siap saji mendominasi.

Meski tren digital kuat, toko fisik tetap tak bisa ditinggalkan. Pembagian kanal belanja masih 64% online dan 36% offline. Artinya, strategi omnichannel yang menyeluruh tetap krusial.

Hasilnya? Cukup meyakinkan. Hampir semua brand yang pakai solusi DigiAds berhasil capai target mereka tahun lalu. Angka awareness, consideration, hingga advocacy naik signifikan. Kampanye e-commerce bahkan bisa raih CTR di atas 2,5 persen.

Melihat peluang ini, untuk Ramadan 2026 Telkomsel mendorong pendekatan 360 derajat. Mulai dari iklan programatik, display, sampai aktivasi offline lewat Posko Mudik. Mereka juga gandeng Meta untuk perluas penargetan audiens. Semua data tentu diolah secara agregat dan anonim, menjaga privasi pengguna.

Jadi, pola konsumsi kita selama bulan suci benar-benar telah bergeser. Dan bagi pelaku usaha, memahami ritme digital yang baru ini bisa jadi kunci.


Halaman:

Komentar