Raksasa teknologi IBM dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala yang cukup signifikan. Rencana ini dijadwalkan berlangsung pada kuartal terakhir tahun 2025, sebagai bagian dari strategi perusahaan yang ingin lebih fokus pada lini bisnis peranti lunak dan layanan dua sektor yang dinilai punya pertumbuhan paling pesat saat ini.
Meski terdengar besar, juru bicara IBM berusaha meredam kekhawatiran. Menurutnya, langkah ini hanya akan berdampak pada sebagian kecil dari total karyawan mereka secara global. Dia memang enggan merinci angka pastinya, sayangnya. Namun begitu, kabar yang beredar dari dalam justru menyebutkan bahwa ribuan pekerja kemungkinan akan kehilangan posisi mereka.
"Kami secara rutin meninjau tenaga kerja kami dengan perspektif ini dan menyesuaikannya kembali bila diperlukan," ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg.
"Pada kuartal keempat kami menjalankan langkah yang akan berdampak pada persentase kecil, satu digit, dari total tenaga kerja global kami."
Artikel Terkait
ByteDance Siapkan Rp 239 Triliun untuk Borong Chip Nvidia, Tergantung Restu AS
Mumi Beku Siberia Ungkap Daya Tahan Genetik Bangsa Yakut
Huawei MatePad 12 X 2026 Resmi Meluncur, Siap Gantikan Laptop di Tangan Anda
2026: Titik Nadir bagi Keajaiban Bawah Laut?