Kondisi lapangan di final Piala Pertiwi ini kurang ideal. Rumput yang tidak rata dan gundul di area tengah membuat pemain dari kedua kesulitan mengontrol bola dan membangun serangan melalui umpan-umpan pendek. Akibatnya, kedua tim lebih banyak mengandalkan umpan lambung, meski strategi ini kurang efektif.
Gadhiza Asnanza kembali menunjukkan kualitasnya sebagai kiper andalan. Ia berhasil menggagalkan tendangan penalti yang dieksekusi oleh Fani Binsbarek dari Papua Pegunungan. Pengalaman Gadhiza membawanya untuk membaca arah bola dengan tepat dan menghalaunya menggunakan kaki.
Jawa Barat yang bermain solid sepanjang pertandingan justru melakukan kesalahan fatal di menit ke-89. Pemain bernomor punggung 16 salah mengantisipasi bola di area penalti sendiri, yang berakibat bola masuk ke gawangnya sendiri dan mengantarkan Papua Pegunungan pada gelar juara.
Banten Raih Peringkat Ketiga Piala Pertiwi
Di tempat ketiga, Tim Banten berhasil mengamankan podium usai mengalahkan Sumatera Utara dengan skor meyakinkan 3-0. Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Pertiwi Nasional 2025 ini juga digelar di Lapangan UII, Sleman.
Di lapangan, Banten yang diperkuat pemain berlabel timnas seperti Rihla Nuer Aulia dan Octavianti Dwi tampil lebih dominan. Mereka bahkan sudah unggul dua gol tanpa balas pada babak pertama.
Pencapaian ini merupakan kali kedua bagi Banten naik podium Piala Pertiwi Nasional. Pada edisi sebelumnya, mereka sempat melangkah hingga ke final sebelum akhirnya ditaklukkan oleh Papua Pegunungan.
Artikel Terkait
TAUD Desak Komnas HAM Rekomendasikan Pengadilan Umum untuk Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tak Naik April 2026
Polda Metro Jaya: Belum Ada Indikasi Keterlibatan Sipil dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026