Bank Indonesia Luncurkan FRN Rupiah 2025: Instrumen Baru untuk Hedging Suku Bunga

- Jumat, 07 November 2025 | 16:50 WIB
Bank Indonesia Luncurkan FRN Rupiah 2025: Instrumen Baru untuk Hedging Suku Bunga

Bank Indonesia Terbitkan Floating Rate Note (FRN) Rupiah Mulai 17 November 2025

Bank Indonesia (BI) mengumumkan akan meluncurkan instrumen surat berharga baru bernama Floating Rate Note (FRN) dalam mata uang Rupiah pada 17 November 2025. Instrumen keuangan terbaru ini menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar uang domestik Indonesia.

Tujuan Penerbitan BI FRN

Penerbitan Floating Rate Note oleh BI bertujuan untuk membentuk struktur suku bunga yang lebih transparan di Indonesia. Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Agustina Dharmayanti, menjelaskan bahwa instrumen dengan suku bunga mengambang ini dirancang khusus untuk memfasilitasi perlindungan nilai (hedging) aset berbunga mengambang melalui pasar Overnight Index Swap (OIS).

Cara Kerja dan Mekanisme BI FRN

Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Fitra Jusdiman, memaparkan bahwa suku bunga BI FRN dihitung berdasarkan suku bunga overnight Indonesia ditambah margin tertentu. Bunga akan dibayarkan sekali di akhir tenor, sehingga jumlah yang diterima investor akan berfluktuasi sesuai pergerakan suku bunga pasar.

Manfaat Hedging dengan OIS

Pemilik aset yang memperkirakan suku bunga akan turun dapat menggunakan OIS untuk mengunci bunga tetap. Dengan demikian, hasil yang diterima menjadi lebih pasti meskipun kondisi suku bunga pasar mengalami perubahan. Risiko fluktuasi suku bunga inilah yang mendorong pemegang instrumen untuk melakukan hedging melalui OIS.

Contoh Perhitungan Suku Bunga

Sebagai ilustrasi, jika suku bunga acuan awal adalah 4 persen dan margin 0,5 persen, maka total acuan menjadi 4,5 persen. Namun, hasil akhir bisa kurang dari 4,5 persen jika suku bunga pasar turun, atau lebih tinggi jika suku bunga pasar naik.

Dampak terhadap Pasar Keuangan

Dengan menjadikan BI FRN sebagai underlying asset, BI berharap pasar OIS dapat berkembang lebih pesat. Hal ini akan memperluas transaksi lindung nilai dan berkontribusi pada stabilitas pasar uang Indonesia. Penerbitan instrumen ini juga bertujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar, sekaligus menyediakan acuan suku bunga yang jelas bagi pelaku pasar.

Tahap Penerbitan Awal

Pada tahap awal, BI FRN akan dijual kepada 20 dealer utama, sebelum kemudian diperluas penjualannya ke bank lain dan institusi non-bank di Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar