Teheran – Klaim mengejutkan datang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada hari Minggu. Mereka menyatakan telah menghancurkan sebuah pesawat mata-mata AS, jenis E-3 Sentry AWACS, yang terkenal canggih itu. Menurut mereka, pesawat itu hancur lebur dalam sebuah operasi gabungan yang melibatkan rudal dan drone.
Operasi tersebut, kata mereka, ditargetkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Dan bukan cuma pesawat AWACS yang jadi sasaran. Beberapa pesawat lain di sekitarnya juga dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Operasi ini dilaksanakan oleh Divisi Kedirgantaraan kami,” begitu bunyi pernyataan resmi IRGC yang dimuat di Sepah News, outlet berita milik mereka.
Ini bukan serangan pertama pekan ini. Sebenarnya, baru dua hari sebelumnya, pada Jumat, pangkalan udara yang sama sudah jadi sasaran. Saat itu, serangan merusak sejumlah pesawat tanker KC-135 dan bahkan menghancurkan satu unit di antaranya. Pangkalan itu sendiri letaknya tak jauh dari Riyadh, sekitar 96 kilometer di arah tenggara ibu kota Saudi.
Di sisi lain, ada perkembangan terpisah tapi masih berhubungan dengan wilayah udara Iran. Pasukan pertahanan udara negara itu mengaku berhasil menjatuhkan sebuah drone MQ-9 Reaper milik AS. Drone itu disebut melakukan pelanggaran di area timur Selat Hormuz yang sibuk itu. Kabar ini dikonfirmasi oleh kantor berita resmi IRNA.
Dan angka yang mereka sebutkan cukup besar: sejak konflik memanas, sudah 138 drone berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran.
Semua ini tentu punya latar belakang yang panjang. Awalnya, pada akhir Februari lalu, Israel dan Amerika melancarkan serangan gabungan yang mengguncang Teheran dan beberapa kota Iran lainnya. Serangan itu merenggut nyawa pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Sejak peristiwa pilu itu, Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone. Sasaran mereka jelas: Israel serta berbagai pangkalan dan aset milik Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Ketegangan pun terus berlanjut, dengan klaim dan serangan yang silih berganti.
Artikel Terkait
Persib Bandung Tutup Rapat Nilai Kontrak Pelatih Baru Igor Tolic
MUI: Pembelian Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Syariat
Pemerintah Tegaskan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berasal dari Anggaran Banpres, Bukan Dana Pribadi
KAI Logistik Kirim 25 Unit Kereta Api dari Jakarta ke Sumatra untuk Dukung Operasional Penumpang