Selepas arus mudik 2026, Jakarta kembali menjadi magnet bagi para pencari harapan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pemerintahannya kini tengah aktif mendata para pendatang yang berdatangan ke Ibu Kota. Ternyata, tak sedikit dari mereka yang tiba dengan persiapan yang minim.
“Kami sudah mulai mendapatkan laporan ada beberapa pendatang yang belum mengetahui tentang Jakarta ketika sampai di Jakarta,” ujar Pramono di gedung DPRD DKI, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, orang-orang seperti itu pasti akan didata. Mereka datang dengan satu impian utama: mengadu nasib. Harapannya sederhana tapi berat, yakni mendapatkan pekerjaan yang layak di kota metropolitan ini.
“Rata-rata mereka memang menaruh harapan bisa mencari peluang untuk bekerja di Jakarta,” tambahnya.
Di sisi lain, Pramono kembali menegaskan sikap pemerintah daerah. Melihat fenomena kedatangan ini, operasi yustisia bukanlah pilihan. Pernyataan ini konsisten dengan komitmennya bahwa Jakarta adalah kota yang terbuka untuk siapa saja.
Artikel Terkait
Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan
Presiden Prabowo Disambut Hangat Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Naik 10,87%, Capai 23,54 Juta Orang
Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Siapkan Aturan Turunan untuk Batasi Akses Digital Anak