Gubernur Khofifah & Kaka Slank Pimpin Aksi Tanam Mangrove di Bangkalan, Dukung Net Zero Emission

- Selasa, 04 November 2025 | 10:50 WIB
Gubernur Khofifah & Kaka Slank Pimpin Aksi Tanam Mangrove di Bangkalan, Dukung Net Zero Emission

Gubernur Khofifah dan Kaka Slank Pimpin Penanaman Mangrove di Bangkalan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama musisi nasional Kaka Slank, secara langsung menanam mangrove di Pantai Martajasah, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Mangrove VIII dan gerakan "Ayo Nandur" untuk memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, Khofifah menegaskan bahwa ketangguhan ekologis adalah fondasi untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh, ekonomi inklusif, dan masa depan yang berkelanjutan. "Lingkungan yang sehat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan," ujarnya.

Sementara itu, Kaka Slank memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Khofifah dalam pelestarian lingkungan. Ia menyebut bahwa komitmen seperti ini adalah investasi surga bagi generasi mendatang. "Saya percaya alam Jawa Timur kalau cita-citanya Jatim Lestari pasti tercapai," kata Kaka Slank.

Komitmen Jawa Timur untuk Mangrove dan Net Zero Emission

Berdasarkan data terbaru Peta Mangrove Nasional 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas mangrove di Jawa Timur mencapai 30.839,3 hektare. Angka ini merepresentasikan 48,38 persen dari total luas mangrove di seluruh Pulau Jawa dan menunjukkan peningkatan signifikan seluas 3.618 hektare sejak tahun 2021.

Melalui program "Mangrove Lestari", Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat ketahanan lingkungan dan berkontribusi terhadap target Net Zero Emission Indonesia pada 2060. Khofifah menyatakan ini adalah ikhtiar nyata Jawa Timur untuk menjaga bumi tetap lestari.

Target Rehabilitasi dan Serapan Karbon

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengungkapkan target ambisius untuk tahun 2025. Pemerintah provinsi menargetkan rehabilitasi mangrove dan asosiasinya seluas 85,1 hektare. Rehabilitasi ini memiliki potensi serapan karbon sebesar 3.435,49 ton CO₂ ekuivalen, yang sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Festival Mangrove VIII tidak hanya diisi dengan penanaman, tetapi juga rangkaian kegiatan lain seperti pelepasliaran burung air, tebar benih kepiting, pengobatan gratis, edukasi lingkungan untuk pelajar, serta pameran hilirisasi produk mangrove. Acara ini menjadi simbol kolaborasi multipihak dalam menjaga ketangguhan ekologis wilayah pesisir Jawa Timur.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar