Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung telah berkoordinasi erat dengan Dinas PUPR untuk menyiapkan dan mengamankan jalur alternatif bagi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Pasaroan Nadeak, menambahkan bahwa personelnya telah disiagakan di lapangan. "Tugas kami adalah memastikan akses dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," tegas Robinson.
BPBD juga telah melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik rawan longsor di area tersebut. Masyarakat yang tinggal di daerah lereng dan bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas deras.
Pemasangan Pengaman dan Rencana Jangka Panjang
Sebagai langkah darurat, petugas gabungan dari BPBD, Polsek Sendang, dan perangkat desa setempat telah memasang garis polisi atau garis pengaman di sekitar lokasi longsor. Warga diminta untuk tidak melintasi area tersebut hingga proses pembersihan material longsor dinyatakan selesai.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menargetkan untuk segera melakukan perbaikan permanen. Rencananya, perbaikan akan mencakup penguatan talud (dinding penahan tanah) dan perbaikan sistem drainase untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
Artikel Terkait
KPK: 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN, Batas Akhir 31 Maret 2026
Upaya Pencurian Motor Gagal di Kos Makassar Berkat Kehadiran Pemilik
Harga Bawang dan Beras Naik, Cabai Merah Turun Drastis di Pasar Tradisional
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar