Sepanjang tahun 2025, PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengangkut 170 miliar liter BBM dan LPG. Angka yang cukup fantastis itu menunjukkan betapa sibuknya armada mereka, bolak-balik mengirim energi ke seluruh penjuru Nusantara dan juga pasar global. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi bukti nyata komitmen mereka dalam mendistribusikan energi.
Dari total volume itu, sebanyak 107 miliar liter merupakan angkutan untuk keamanan pasokan energi nasional. Mereka mengangkut segala macam, mulai dari minyak mentah, produk kilang, BBM, sampai LPG. Sementara itu, untuk pasar internasional, PIS mengangkut kargo sebanyak 63 miliar liter.
Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, menegaskan pentingnya pencapaian ini.
"Ini menunjukkan kontribusi signifikan PIS dalam memastikan pasokan energi dari Sabang sampai Merauke, serta perluasan jangkauan layanan yang terus dipercaya di pasar global," ujarnya pada 21 Januari.
Capaian tahun ini sebenarnya melanjutkan tren yang sudah terlihat. Tahun sebelumnya, 2024, mereka sudah mengangkut lebih dari 161 miliar liter. Jadi, pertumbuhannya jelas. Posisi PIS kian kuat sebagai urat nadi distribusi energi, yang terus menjaga agar pasokan BBM dan LPG di tanah air tetap lancar.
Untuk mendukung operasional yang begitu masif, armada mereka pun terus diperkuat. Hingga akhir 2025, total kapal milik PIS mencapai 110 unit. Bayangkan, operasi berjalan 24 jam nonstop, 7 hari seminggu. Tak cuma kapal besar, proses bongkar muat di pelabuhan juga dibantu oleh 338 tugboat atau kapal pendukung. Semua demi kelancaran.
Di sisi lain, perusahaan ini tak hanya berpuas diri. Mereka gencar menjalankan program strategis, seperti membuka pasar non-captive dan memperluas rute internasional. Tiga kantor strategis mereka di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa jadi ujung tombak pemasaran. Diversifikasi jenis kargo yang diangkut juga terus dilakukan.
Soal keselamatan, PIS tampaknya cukup serius. Sudah 84 kapal milik mereka yang memenuhi standar ketat inspeksi Ship Inspection Report Programme (SIRE) di tahun 2025. Standarisasi ini penting banget untuk memastikan kapal tanker mereka aman beroperasi.
Sebagai bagian dari Pertamina Group, Surya menutup penjelasannya dengan menyoroti visi yang lebih besar.
"Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional. Serta, memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia," tutupnya.
Artikel Terkait
PT Asri Karya Lestari Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sahkan Perubahan Susunan Direksi dan Pengendali Baru
Wall Street Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Perkembangan Negosiasi AS-Iran
Garuda Metalindo Bagikan Dividen Rp117,2 Miliar, Setara 88,63% Laba Bersih 2025
Garudafood Bagikan Dividen Rp350 Miliar, Rp9,5 per Saham