Kolaborasi Pusat dan Daerah Kunci Sukses Program Strategis Nasional
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN). Fokus utama kolaborasi ini meliputi pengendalian inflasi dan optimalisasi Transfer ke Daerah (TKD) guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan di Kalimantan dan Sulawesi
Berdasarkan tugas yang diberikan Menteri Dalam Negeri, Wiyagus bertanggung jawab mengoordinasikan pembinaan dan pengawasan pemerintahan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Hal ini ditegaskannya dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Kampus IPDN, Jatinangor.
Mekanisme Pengendalian Inflasi Dinilai Efektif
Wiyagus mengapresiasi mekanisme pengendalian inflasi yang dijalankan Kemendagri bersama pemerintah daerah setiap pekan. Ia menyatakan bahwa mekanisme ini tidak hanya berjalan efektif tetapi juga telah mendapat pengakuan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Komitmen Turun Langsung ke Lapangan
Sebagai bentuk komitmennya, Wiyagus menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan program pembinaan dan pengawasan di wilayah kerjanya berjalan optimal. Langkah ini sesuai dengan perintah Menteri Dalam Negeri untuk memantau pelaksanaan tugas secara langsung.
Peran Strategis Sekretaris Daerah dalam PSN
Dalam rapat tersebut, Wiyagus juga menyoroti peran kunci Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai motor koordinasi di daerah. Ia menekankan bahwa Sekda memiliki tugas utama membantu kepala daerah dalam mengawal implementasi seluruh program strategis nasional yang eksekusinya berada di tingkat daerah.
Pentingnya Efisiensi Anggaran dan Prioritas Belanja
Menjelang berakhirnya tahun anggaran, Wiyagus menekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran dan ketepatan dalam menetapkan prioritas belanja daerah. Ia mencontohkan bagaimana Kemendagri menjalankan kegiatan dengan anggaran terbatas melalui perencanaan yang efektif, menegaskan bahwa pemimpin yang hebat mampu menjalankan organisasi dengan segala keterbatasan yang ada.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari seluruh Indonesia, menandakan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi pusat dan daerah.
Artikel Terkait
Kemenag Bentuk Tim Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031
LPS Bayar Klaim Simpanan Tiga BPR yang Dilikuidasi Rp304,8 Miliar
16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Berhasil Teridentifikasi
Empat Pemain Timnas Putri U-17 Indonesia Pukau Pelatih Prancis di Pusat Latihan Clairefontaine