Respons Pemerintah Nigeria dan Rencana Diplomasi
Pemerintah Nigeria berusaha meredam kepanikan dengan menyatakan Presiden Bola Tinubu akan segera bertemu Trump. Pertemuan direncanakan berlangsung di Gedung Putih atau Abuja pekan depan, fokus membahas perlindungan umat Kristiani dan penanganan terorisme.
Sementara itu, Pentagon mengonfirmasi sedang "meninjau opsi militer" sesuai perintah presiden, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana operasional.
Peringatan Bahaya Konflik Agama
Mantan senator Nigeria Shehu Sani memperingatkan operasi militer AS berpotensi memicu ketegangan agama dan etnis yang lebih luas. Dampak sosial dan keagamaan dinilai bisa memperparah perpecahan di Nigeria.
Analis politik menilai ancaman Trump kemungkinan terkait agenda politik dalam negeri AS menjelang pemilihan presiden, dengan isu pembelaan umat Kristen digunakan untuk menarik simpati kelompok konservatif.
Konteks Keamanan Nigeria
Ancaman militer AS datang di tengah Nigeria yang masih berjuang melawan kelompok ekstremis di wilayah utara, termasuk Boko Haram dan Islamic State West Africa Province (ISWAP). Namun, klaim Trump mengenai peningkatan tajam pembunuhan umat Kristen belum terbukti secara independen.
Artikel Terkait
Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Puncak Penasihat Bisnis APEC 2026
Dzikry Lazuardi Tinggalkan Persija, Jawab Panggilan Herdman ke Timnas
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima 30.000 Dolar AS untuk Proyek Chromebook
Bos IBC Minta DPR Dorong Regulasi dan Insentif untuk Genjot Industri Baterai Nasional