Keracunan Massal di SMK Kandeman Batang Diduga Kuat dari Program MBG, 800 Siswa Terdampak

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:40 WIB
Keracunan Massal di SMK Kandeman Batang Diduga Kuat dari Program MBG, 800 Siswa Terdampak

Keracunan Massal di SMK Kandeman Batang, 800 Siswa Terlapor Usai Makan MBG

Batang, MURIANETWORK.COM - Sebanyak 800 siswa SMK Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal pada Jumat (31/10). Insiden ini diduga kuat terkait dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan sekolah.

Korban Mengalami Diare dan Mual-Mual

Kepala SMK Kandeman, Yulianto, mengonfirmasi bahwa sebagian besar siswa yang terdampak menunjukkan gejala diare. Sejumlah siswa lain dilaporkan mampu bertahan karena daya tahan tubuh yang baik dan tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

“Memang ada satu yang dirawat di RSUD. Namun, sebagian besar sudah dipulangkan ke rumah masing-masing siswa,” jelas Yulianto.

Pihak Sekolah Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Pihak sekolah hingga saat ini masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal ini. Beberapa menu yang dicurigai sebagai sumber masalah adalah tahu bakso, daging ayam, dan sayuran.

“Jadi, kami belum berani menyampaikan apakah kasus keracunan tersebut karena MBG atau apa, sambil menunggu hasil laboratorium,” tambah Yulianto.

RSUD Batang Konfirmasi Penanganan Medis

Direktur RSUD Kabupaten Batang, Any Rusydiati, mengakui adanya siswa yang sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, tidak ada korban yang menjalani rawat inap.

“Ada satu anak tadi masuk sekitar pukul 11.40 WIB dan menjalani observasi karena mengalami gejala mual-mual dan diare, tetapi tidak ada yang menjalani rawat inap,” kata Any.

RSUD Batang telah berkoordinasi dengan Puskesmas Kandeman dan memastikan seluruh siswa yang berobat telah diizinkan pulang. Pihak rumah sakit juga menyatakan kesiapan untuk menangani apabila ada siswa yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar