Pertumbuhan Dana Murah (CASA) sangat kuat dengan kenaikan 14,11 persen mencapai Rp997,62 triliun, dengan rasio 67,65 persen. Total aset BRI tumbuh 8,23 persen menjadi Rp2.123,45 triliun per September 2025.
Analisis Rasio Keuangan dan Kesehatan Bank
Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 23,01 persen, turun dari 24,96 persen pada periode yang sama tahun 2024. Meski demikian, angka ini masih jauh di atas batas minimum regulasi, menunjukkan permodalan bank yang tetap kuat.
Rasio efisiensi operasional (BOPO) berada di level 71,89 persen, sementara Cost to Income Ratio (CIR) tercatat 38,68 persen. Return on Asset (ROA) setelah pajak mencapai 2,57 persen, dan Return on Equity (ROE) setelah pajak berada di level 16,48 persen.
Net Interest Margin (NIM) BRI tercatat sebesar 6,53 persen, menunjukkan margin pendapatan bunga bersih yang sehat. Kualitas aset tercermin dari rasio NPL gross sebesar 3,29 persen, dengan Rasio CKPN terhadap aset keuangan di 4,17 persen.
Rasio likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 87,05 persen, sedikit menurun dari 89,6 persen tahun sebelumnya, menunjukkan ruang yang cukup untuk pengelolaan likuiditas dan potensi peningkatan penyaluran kredit di masa depan.
Artikel Terkait
Iran Peringatkan Israel: Jari Kami Sudah di Pelatuk
Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Sungai Tamiang
Lapak Sayur di Sepatan Jadi Kedok Peredaran Obat Keras Ilegal
My Chemical Romance Buka Tiket Konser Tunggal di Jakarta, Catat Tanggalnya!