"Serunya, kita jadi tidak berhenti latihannya, terus tidak berhenti jaga pola makan, dan jaga pola tidurnya juga," tutur Kazumi. Ia menambahkan bahwa liga ini menjadi tantangan baru yang menyegarkan dalam karier sepak bolanya.
Pendapat senada diungkapkan oleh Dian Aprilia, penggawa Timnas Wanita U-16 yang satu tim dengan Kazumi. Dian menilai liga ini sebagai sarana ideal untuk mempertahankan dan meningkatkan performa.
"Serunya main di Hydroplus Soccer League karena liga ini mainnya perminggu, jadi kita latihannya lebih banyak. Kita juga jadi harus menjaga pola makan dan tidur agar performa tidak turun. Untuk pertandingan ini juga sangat bergengsi bagi kita semua," jelas Dian Aprilia.
Dukungan untuk Masa Depan Timnas Wanita Indonesia
Inisiatif dari HYDROPLUS dan Bakti Olahraga Djarum Foundation ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Satoru Mochizuki, Penasihat Teknis Timnas Wanita Indonesia.
Mochizuki optimis liga ini akan menjadi pencetak bintang masa depan. “Jika kompetisi ini seperti ini terus dijalani ke depannya, pastinya akan memberikan dampak positif dan sepak bola wanita Indonesia akan terus meningkat,” ujarnya.
“Pemain bintang itu datang dari kompetisi di umur muda seperti ini. Beberapa tahun lagi akan muncul pemain bintang dari kompetisi ini. Saya menantikan pemain bintang dari kompetisi ini,” tutup Mochizuki.
Dengan adanya HYDROPLUS Soccer League, masa depan sepak bola wanita Indonesia semakin cerah dan terstruktur, membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta baru yang akan menghiasi kancah sepak bola nasional dan internasional.
Artikel Terkait
KAI Catat Angkutan Barang Non-Batubara Tembus 983 Ribu Ton di Awal 2026
Ivar Jenner Resmi Bebas dari FC Utrecht, Kini Incar Klub Indonesia
Maarten Paes Resmi Jadi Penjaga Gawang Ajax, Kontrak Hingga 2029
EV Tembus 13 Persen, BYD Pacu Geliat Kendaraan Listrik di Indonesia