Calon Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Hadapi Tuduhan Rasial Jelang Pemilu
Zohran Mamdani, calon Wali Kota New York, menyampaikan pidato emosional menanggapi serangan rasial dan Islamofobia yang diterimanya menjelang pemilihan awal Partai Demokrat dan pencoblosan November mendatang. Kandidat Muslim ini mendapat berbagai tudingan tak berdasar dari pesaing Demokrat maupun Republik.
Mamdani Kritik Pesaing Sebarkan Islamofobia di New York
Berbicara di luar masjid di Bronx, Mamdani mengkritik keras para pesaingnya yang menunjukkan kebencian terhadap Muslim. Dia menegaskan sikap Islamofobia tidak hanya memengaruhi dirinya sebagai calon wali kota, tetapi juga hampir 1 juta Muslim di Kota New York.
"Menjadi Muslim di New York berarti menghadapi penghinaan, tapi toleransi terhadap penghinaan itulah yang membedakannya," kata Mamdani seperti dikutip dari Al Jazeera.
Konflik dengan Andrew Cuomo dan Tuduhan Terkait 9/11
Mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, pesaing utama Mamdani, menjadi sorotan setelah menyetujui pernyataan kontroversial pembawa acara radio Sid Rosenberg. Rosenberg menyatakan Mamdani akan "bersorak" jika serangan 11 September terulang kembali.
Basim Elkarra, Direktur Eksekutif CAIR Action, menyebut pernyataan Cuomo tersebut keji dan berbahaya. "Dengan menyetujui pembawa acara radio rasis, Cuomo telah melewati batas moral," kata Elkarra.
Serangan dari Pihak Republik dan Dukungan untuk Mamdani
Calon dari Partai Republik Curtis Sliwa juga menyerang Mamdani dalam debat dengan menyebutnya sebagai "pendukung jihad global". Mamdani bahkan menjadi bahan olok-olok dalam iklan politik yang menyebutnya sebagai teroris.
Meski mendapat serangan bertubi-tubi, Mamdani mendapatkan dukungan dari sejumlah tokoh Demokrat terkemuka termasuk Hakeem Jeffries, Gubernur New York Kathy Hochul, Alexandria Ocasio-Cortez, dan Senator Bernie Sanders.
Hasil Polling Terbaru dan Prospek Kemenangan Mamdani
Berdasarkan polling terbaru dari AARP dan Gotham Polling and Analytics, Mamdani unggul signifikan dengan dukungan 43,2 persen untuk memenangkan Pemilihan Wali Kota New York pada 4 November 2025. Cuomo berada di posisi kedua dengan 28,9 persen disusul Sliwa dengan 19,4 persen.
Wali Kota saat ini Eric Adams, yang tidak ikut pemilihan pendahuluan karena tuduhan korupsi, telah menyatakan dukungannya untuk Cuomo setelah mundur dari pencalonan.
Artikel Terkait
ISEI Riau Desak Reformulasi DBH Sawit, Nilai Porsi 4 Persen untuk Daerah Tak Adil
Menteri PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026, Libatkan Hampir 60 Ribu Pekerja
Prabowo Kunjungi Miangas, Janji Rawat Bandara dan Perbaiki Puskesmas yang Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto
Pemilahan Sampah di Jakarta Resmi Dimulai 10 Mei 2026, Antisipasi Kebijakan Baru TPST Bantargebang