BI Buka Suara Soal Ekonomi Sumbar yang Tumbuh Melambat: Apa Solusinya?

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 01:20 WIB
BI Buka Suara Soal Ekonomi Sumbar yang Tumbuh Melambat: Apa Solusinya?

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumbar, BI Ajak Masyarakat Tingkatkan Konsumsi dan Wisata

Bank Indonesia (BI) mencatat perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada kuartal II-2025, yang hanya mencapai 3,94 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian kuartal sebelumnya sebesar 4,5 persen.

Strategi BI untuk Dongkrak Ekonomi Sumatera Barat

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, Andy Setyo Biwado, menyatakan bahwa peningkatan konsumsi masyarakat dan aktivitas wisata menjadi kunci untuk memacu kembali pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini disampaikannya di Bukittinggi pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Andy secara khusus mengajak masyarakat dan pengunjung untuk aktif berbelanja produk lokal serta menikmati berbagai destinasi wisata di Sumbar. Menurutnya, peningkatan belanja akan langsung berdampak pada peningkatan konsumsi, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Fokus pada Penguatan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

BI mendorong penguatan sektor wisata dan ekonomi kreatif sebagai strategi utama. Branding wisata kuliner dan religi terus ditingkatkan untuk membuat Sumbar lebih menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Andy mencontohkan kuliner khas Sumbar seperti rendang dan dendeng sebagai potensi branding yang perlu diperkuat. Selain itu, destinasi wisata Mentawai yang terkenal dengan ombak bagus untuk surfing juga menjadi andalan, dengan banyak menarik turis dari Eropa.

Tantangan Inflasi di Sumatera Barat

Di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, Sumbar juga menghadapi tantangan inflasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumbar sejak awal 2025 tercatat sebesar 3,4 persen, angka yang berada di atas rata-rata nasional dan mendekati batas atas target inflasi nasional sebesar 3,5 persen.

BI menyatakan komitmennya untuk terus berupaya menurunkan angka inflasi tersebut sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi dan sektor pariwisata.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar