Mobil Toyota Siap Hadapi Bahan Bakar E10, Klaim Kompatibel Sejak 2015
Pemerintah Indonesia berencana menerapkan kebijakan campuran etanol 10% (E10) pada bensin untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Kebijakan mandatory E10 ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik kendaraan terhadap dampaknya pada performa mesin.
Namun, PT Toyota Astra Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan mayoritas mobil Toyota telah kompatibel dengan bahan bakar etanol. Menurut Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN, mobil Toyota bahkan sudah mampu menggunakan BBM dengan campuran etanol hingga 20% (E20) sejak tahun 2015.
"Umumnya E10 bisa. Beberapa model bisa E20. Sudah sejak 2015. Kemarin kita tunjukkan yang E100 juga ada, yang E85 juga ada. Pokoknya E10 sudah bisa," jelas Bob Azam dalam keterangan resmi di Jakarta.
Bob menegaskan penggunaan etanol dalam bahan bakar bukan hal baru dalam industri otomotif global. Beberapa negara telah lama menerapkan kebijakan serupa. Toyota bahkan memiliki pengalaman memproduksi mesin flexy-fuel untuk pasar internasional.
Sebagai bukti, Toyota pernah memamerkan Kijang Innova Zenix Hybrid Flexy Fuel yang mampu menggunakan bioetanol 100% (E100). TMMIN juga memproduksi mesin 2TR-FFV kapasitas 2.694 cc untuk Toyota Hilux yang ditujukan untuk pasar Amerika Latin dengan bahan bakar etanol tinggi.
Dengan klaim kompatibilitas ini, pemilik mobil Toyota tidak perlu khawatir dengan rencana penerapan bahan bakar E10 di Indonesia. Kebijakan campuran etanol diproyeksikan dapat mendukung program energi berkelanjutan dan mengurangi impor BBM nasional.
Artikel Terkait
KAI Bangun Tugu Peringatan di Stasiun Bekasi Timur untuk Hormati 16 Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
Kemensos Berhentikan 49 Pendamping PKH Sepanjang 2025 Akibat Langgar Aturan Penyaluran Bansos
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Akan Intervensi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Senilai Rp27 Miliar
Pendapatan IMAX Turun 6,5 Persen di Kuartal I 2026, Laba Bersih Anjlok 26 Persen