Utusan Trump Berduka ke Negosiator Hamas: Anaknya Tewas Dibom Israel, Saya Turut Merasakan

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 08:32 WIB
Utusan Trump Berduka ke Negosiator Hamas: Anaknya Tewas Dibom Israel, Saya Turut Merasakan

Momen Haru Utusan Trump Sampaikan Belasungkawa ke Negosiator Hamas yang Kehilangan Putra

Pertemuan antara utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Steve Witkoff, dan kepala negosiator Hamas, Khalid Al Hayya, di Kairo pada 8 Oktober 2025 diwarnai momen haru yang tak terduga. Witkoff secara pribadi menyampaikan belasungkawa atas tewasnya putra Al Hayya dalam serangan udara Israel di Doha sebulan sebelumnya.

Serangan Israel yang Gagalkan Diplomasi

Pada 9 September 2025, serangan udara Israel menargetkan sejumlah pimpinan Hamas yang sedang membahas proposal gencatan senjata. Insiden ini menewaskan beberapa anggota Hamas, termasuk putra Khalid Al Hayya yang saat itu berada di lokasi pertemuan di Qatar.

Kritik Pedas Jared Kushner terhadap Israel

Jared Kushner, menantu Donald Trump sekaligus penasihat Timur Tengah, menyebut serangan ini sebagai "pukulan telak terhadap kepercayaan diplomatik" antara AS dan sekutunya. Dalam wawancara dengan CBS News melalui program 60 Minutes, Kushner mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap tindakan Israel.

"Serangan itu melanggar banyak kepercayaan yang kami rasa pantas kami dapat dari pihak Israel. Itu bukan langkah strategis yang cerdas," tegas Kushner pada 21 Oktober 2025.

Momen Emosional Pertemuan Kairo

Puncak ketegangan diplomatik berubah menjadi momen empati ketika Witkoff bertemu langsung dengan Al Hayya. Witkoff yang juga pernah kehilangan putra menyampaikan, "Saya mengatakan kepadanya bahwa saya juga kehilangan seorang putra, dan kita berdua adalah anggota klub yang sangat buruk, orang tua yang telah menguburkan anak-anak mereka."

Perubahan Dinamika Diplomasi Timur Tengah

Kushner yang hadir dalam pertemuan tersebut menggambarkan transformasi dramatis dari negosiasi politik menjadi pertemuan manusiawi penuh empati. Tragedi personal ini justru menjadi titik balik emosional dalam proses diplomasi yang rumit, membuka peluang baru menuju gencatan senjata yang lebih langgeng di Gaza.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar