Habib Usman Tolak Sterilisasi, Kartika Putri Diarahkan ke Aturan Medis dan Syariat

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 23:10 WIB
Habib Usman Tolak Sterilisasi, Kartika Putri Diarahkan ke Aturan Medis dan Syariat

Habib Usman Tegaskan Larangan Steril untuk Kartika Putri, Ini Alasannya

Kartika Putri mendapat larangan tegas dari suaminya, Habib Usman bin Yahya, untuk melakukan prosedur sterilisasi rahim. Bagi sang habib, langkah semacam itu jelas bertentangan dengan ajaran yang diyakininya.

“Nggak, nggak ada steril. Nggak boleh,” tegas Habib Usman saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan. Suaranya jelas, tanpa keraguan.

Alasannya sederhana namun mendasar: syariat Islam. Menurutnya, tindakan steril sama saja dengan memutus rahmat dan kehendak Allah SWT. “Dalam syariat nggak boleh steril. Nggak boleh memutuskan rahmat Allah ataupun kehendak Allah. Steril itu nggak boleh punya anak lagi. Kalau Allah kasih ya bismillah,” lanjutnya menerangkan.

Namun begitu, bukan berarti semua hal terkait perencanaan keluarga ditutup sama sekali. Habib Usman menyebut, mereka tetap bisa mengatur jarak kelahiran anak. Tentu saja, ini dilakukan dengan mengacu pada anjuran dokter, sekaligus mempertimbangkan kondisi kesehatan Kartika pasca menjalani operasi caesar.

“Acuannya tetap ke agama nomor satu,” ujarnya. “Yang kedua dilihat dari medisnya. Kalau misalkan medisnya mengatakan bahwasanya gak boleh karena ada sebab, maka agama pun membolehkan. Menjadikan darurat syar’i.”

Pasangan ini baru saja menyambut kebahagiaan dengan kelahiran anak laki-laki pada 2 Desember lalu. Bayi mungil itu diberi nama Muhammad Ali. Bagi Habib Usman, ini adalah anak keenam. Sementara bagi Kartika Putri, Ali adalah buah hati ketiganya.

Pemilihan nama sang bayi rupanya punya makna khusus. Habib Usman sengaja menempatkan ‘Muhammad’ di depan, sebuah tradisi untuk semua anak laki-lakinya sekaligus bentuk pengharapan akan keberkahan.

“Kenapa dikasih Muhammad di depannya? Karena anak laki-laki saya semua di hadapannya bernama Muhammad. Muhammad Assajid, Muhammad Asyatir, dan Muhammad Ali,” jelasnya. “Karena kan sunnah menggunakan nama Muhammad. Banyak keberkahan di dalamnya.”

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar