Profil 11 Mahasiswa Perundung Timothy Anugerah Saputra: Kronologi Lengkap Kasus Unud
Kasus tragis bunuh diri Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana (Unud), mengekspos praktik perundungan yang diduga dilakukan oleh 11 rekan mahasiswanya. Timothy yang merupakan mahasiswa Sosiologi semester VII ditemukan meninggal setelah diduga melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Unud pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Kronologi Kasus Perundungan Timothy Unud
Dugaan kuat menunjukkan Timothy mengalami tekanan psikologis berat akibat perundungan sistematis. Bukti-bukti berupa screenshot percakapan WhatsApp yang viral di media sosial memperlihatkan korban menjadi bahan ejekan berulang kali oleh teman-temannya.
Yang memperparah situasi, beberapa mahasiswa Unud dilaporkan melecehkan tragedi ini di media sosial pasca kematian Timothy. Seorang petugas kebersihan mengungkapkan perilaku menyakitkan diri yang dilakukan Timothy sebelum meninggal, termasuk membenturkan kepala ke tembok saat frustrasi.
Daftar Lengkap 11 Mahasiswa Terduga Perundung
Berikut profil 11 mahasiswa Universitas Udayana yang diduga terlibat dalam kasus perundungan terhadap Timothy Anugerah Saputra:
- Leonardo Jonathan Handika Putra - Fakultas Kelautan 2022, Wakil Ketua BEM 2025
- Muhammad Riyad Alvitto Satriyaji Pratama - Fakultas Ilmu Politik 2023, Kepala Departemen Kajian Himapol FISIP Unud
- Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana - Fakultas Ilmu Politik 2023, Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat Himapol
- Maria Victoria Viyata Mayos (Vita) - Fakultas Ilmu Politik 2023, Kepala Departemen Eksternal Himapol
- Calista Amore Manurung - Fakultas Kedokteran 2021, Profesi Dokter 2024, Dokter Koas RS Ngoerah
- Erick Gonata - Fakultas Kedokteran 2021, Profesi Dokter 2024
- James Halim - Fakultas Kedokteran 2021, Profesi Dokter 2024
- Ryan Abel - Fakultas Ilmu Politik 2023
- Vito Simanungkalit - Fakultas Ilmu Politik 2023
- Ayu Tasyantari - Fakultas Teknologi Pertanian 2022
- Jetro Ferdio - Fakultas Perikanan 2022
Dampak dan Respons Masyarakat
Kasus perundungan mahasiswa Unud ini memicu gelombang kecaman luas di masyarakat dan media sosial. Masyarakat menuntut keadilan dan tindakan tegas dari pihak universitas terhadap praktik perundungan di lingkungan kampus.
Insiden ini menyoroti pentingnya sistem pendukung mental health yang lebih baik di institusi pendidikan dan perlunya pencegahan perundungan yang lebih efektif di kalangan mahasiswa.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun