Gubernur Turun Langsung, 90 Desa di Pati Terendam Banjir

- Rabu, 14 Januari 2026 | 02:15 WIB
Gubernur Turun Langsung, 90 Desa di Pati Terendam Banjir

Genangan air masih menyelimuti sebagian besar wilayah Pati hingga Selasa petang. Tak tanggung-tanggung, 90 desa yang tersebar di 19 kecamatan terendam banjir. Situasi ini memaksa Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung melihat kondisi warga.

Dia mendatangi Dukuh Biteng di Desa Banjarsari. Turut serta dalam peninjauan itu jajaran Forkopimda, BBWS Pemali Juana, dan Dinas Pusdataru Jateng. Kunjungan itu bukan sekadar formalitas. Luthfi membawa serta bantuan logistik, layanan kesehatan, sembako, dan obat-obatan. Bahkan, ada dukungan khusus bagi Kelompok Usaha Bersama atau KUBE yang terdampak.

“Kami pastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap disalurkan,” tegas Luthfi.

Gubernur menekankan, tujuannya datang ke lokasi adalah memastikan aktivitas warga bisa terus berjalan. Dia ingin dampak banjir ini ditekan seminimal mungkin. Menurutnya, langkah utama yang harus segera diambil adalah pengalihan arus sungai. Hal itu dianggap kunci agar banjir cepat surut dan kehidupan warga tidak terus-menerus terganggu.

“Jangan sampai banjir ini mengganggu aktivitas, terutama anak sekolah. Permasalahan ini segera kita atasi,” tambahnya.

Di sisi lain, cerita dari lapangan datang dari Kepala Desa Banjarsari, Sudiman. Dia menjelaskan, pemicu banjir adalah curah hujan yang sangat tinggi sejak Jumat lalu. Air pun meluap, mencapai ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.

Dampaknya cukup parah. Sekitar 135 rumah yang dihuni 876 kepala keluarga terendam. Tak hanya permukiman, 97 hektare lebih lahan pertanian warga juga terendam dan terancam gagal panen.

Meski air menggenang, banyak warga yang memilih bertahan. Alasan utamanya adalah untuk menjaga ternak mereka, aset yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Sudiman punya harapan besar kepada pemda. Dia mendesak agar segera dilakukan normalisasi pada Sungai Gono dan Sungai Godo. Dengan normalisasi itu, aliran air diharapkan bisa tertampung lebih baik dan tidak lagi meluap seenaknya ke permukiman warga.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar