Upaya PSIS Semarang memperkuat skuad jelang musim 2026/2027 kembali menemui jalan buntu. Setelah gagal mendapatkan Pratama Arhan, kali ini Laskar Mahesa Jenar harus merelakan Stefano Lilipaly lepas ke klub lain. Gelandang serang mantan pemain Timnas Indonesia itu resmi memilih bergabung dengan Semen Padang yang akan berkompetisi di Liga 2 musim depan.
Kepastian bergabungnya Lilipaly diumumkan langsung oleh Semen Padang melalui akun Instagram resmi klub, Rabu (15/7). Kabau Sirah menyambut kedatangan pemain yang akrab disapa Fano itu dengan kalimat singkat, "He Is Here, Lilipaly is Red." Pengumuman tersebut mengakhiri spekulasi mengenai masa depan pemain berusia 36 tahun itu. Dalam beberapa pekan terakhir, nama Lilipaly dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk PSIS Semarang dan PSS Sleman.
Namun, Semen Padang menjadi klub yang berhasil mengamankan tanda tangan mantan bintang Bali United tersebut. Keputusan itu menjadi salah satu transfer paling mengejutkan menjelang dimulainya Liga 2, mengingat Lilipaly masih dinilai memiliki kualitas untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Bagi PSIS, kegagalan merekrut Lilipaly menjadi pukulan berikutnya di bursa transfer. Dua nama besar yang lepas dalam waktu berdekatan membuat manajemen dituntut segera mencari alternatif agar kekuatan tim tetap kompetitif.
Semen Padang Tunjukkan Ambisi
Semen Padang justru menunjukkan ambisi besar untuk segera kembali ke Liga 1. Kehadiran Lilipaly dipandang bukan hanya sebagai tambahan kualitas di atas lapangan, tetapi juga sebagai sosok pemimpin yang dapat membimbing para pemain muda. Pengalaman panjang yang dimiliki Fano menjadi alasan utama Semen Padang memboyongnya. Musim lalu ia masih tampil di kasta tertinggi bersama Dewa United sebagai pemain pinjaman dari Borneo FC.
Meski tak lagi muda, kemampuan membaca permainan, visi, serta kreativitasnya di lini serang masih menjadi keunggulan. Lilipaly juga dikenal sebagai pemain serbabisa. Berdasarkan data Transfermarkt, pemain kelahiran 10 Januari 1990 itu memiliki tinggi badan 1,75 meter dengan posisi utama sebagai sayap kiri. Namun, ia juga mampu bermain sebagai gelandang serang maupun sayap kanan.
Perjalanan karier Lilipaly dimulai di Belanda. Ia menimba ilmu di akademi DCG sebelum bergabung dengan akademi AZ Alkmaar dan FC Utrecht. Dari sana, ia menembus tim utama Utrecht sebelum melanjutkan karier bersama Almere City. Petualangannya kemudian berlanjut ke Jepang dengan memperkuat Consadole Sapporo. Setelah itu, ia sempat membela Persija Jakarta, Telstar, hingga SC Cambuur sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Nama Stefano Lilipaly mulai benar-benar bersinar ketika memperkuat Bali United pada 2017. Bersama Serdadu Tridatu, ia menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik Liga 1. Selama membela Bali United, Lilipaly tampil dalam 99 pertandingan dan mencetak 28 gol. Tak hanya produktif, ia juga berperan besar mengantarkan Bali United meraih dua gelar juara Liga 1, yakni pada musim 2019 dan 2021/2022.
Pada 2022, Lilipaly melanjutkan karier bersama Borneo FC Samarinda. Bersama Pesut Etam, ia kembali menunjukkan konsistensinya dengan mencatatkan 91 penampilan dan mengemas 25 gol di semua kompetisi. Musim 2025/2026, ia dipinjamkan ke Dewa United. Bersama klub berjuluk Tangsel Warriors tersebut, Lilipaly tampil sebanyak 28 kali dan menyumbangkan dua gol sebelum kontraknya berakhir.
Kontribusi Lilipaly tidak hanya terlihat di level klub. Sejak resmi menjadi warga negara Indonesia pada 2013, ia menjadi salah satu pemain andalan Timnas Indonesia. Hingga kini, Lilipaly telah mengoleksi 34 caps bersama skuad Garuda dengan torehan tiga gol. Salah satu penampilan paling dikenang terjadi saat ia membantu Indonesia melaju hingga final Piala AFF 2016. Ia juga menjadi bagian penting Timnas Indonesia U-23 pada Asian Games 2018 sebagai salah satu pemain senior. Dalam turnamen tersebut, Lilipaly tampil impresif dengan mencetak empat gol hanya dari lima pertandingan.
Sepanjang karier profesionalnya, Lilipaly juga mengumpulkan berbagai penghargaan individu bergengsi. Ia pernah masuk dalam Best XI Piala AFF 2016, ASEAN Best XI 2017, Team of the Season Liga 1, hingga dinobatkan sebagai APPI Indonesian Football Award Best Footballer musim 2023/2024. Deretan prestasi tersebut menjadi bukti kualitas yang masih dimiliki pemain yang akrab disapa Fano itu, meski kini usianya telah menginjak 36 tahun.
Bagi Semen Padang, kehadiran Lilipaly menjadi sinyal kuat bahwa klub tersebut serius membangun tim yang mampu bersaing memperebutkan tiket promosi ke Liga 1. Pengalaman, mental juara, dan kepemimpinannya di ruang ganti diharapkan menjadi pembeda dalam persaingan Championship musim 2026/2027. Di sisi lain, PSIS Semarang kini dituntut bergerak cepat mencari target baru setelah dua pemain incaran gagal didatangkan. Bursa transfer masih menyisakan waktu, namun manajemen Laskar Mahesa Jenar harus segera menemukan sosok yang mampu mengisi kebutuhan tim agar target bersaing di musim baru tidak terganggu.
Artikel Terkait
Semen Padang Rekrut Stefano Lilipaly, Target Juara Championship 2026/2027
PSIS Semarang Rekrut Abduh Lestaluhu, Bek Timnas Berpengalaman untuk Target Promosi
Yoyok Sukawi Kecewa Pratama Arhan Ingkar Janji, Gabung Persija
PSIS Semarang Bangun Tim Baru, Target Kembali ke Kasta Tertinggi