Saat itu, Kiai Ikhsanudin ingin menghadiri undangan pengajian manaqib di salah satu pondok pesantren terletak di Karawang.
Namun, massa berdatangan mencari sosok KH Imaduddin Utsman Al Bantani.
Sebelumnya, pernyataan kiai Imad memang kerap mengundang kontroversi
Dia paling vokal dalam mempersoalkan nasab dan menyinggung orang-orang yang mengaku keturunan Rasulullah SAW.
KH Imaduddin Utsman Al-Bantanie bahkan meminta sejumlah pihak melakukan tes DNA untuk membuktikan mereka adalah keturunan Nabi Muhammad SAW.
Pernyataan-pernyataan Imad pun mengundang kemarahan banyak pihak.
Hanya saja, dalam peristiwa di Karawang, sosok Imad ternyata tidak berada dalam mobil yang dikejar massa.
Justru, Kiai Ikhsan yang menjadi korban salah sasaran.
Termasuk seorang banser bernama Ao Ulumudin yang mengawal Kiai Ikhsan.
Ao sebelumnya sudah menjelaskan kepada massa bahwa tidak ada Kiai Imad dalam mobil itu
Namun, massa sudah dirundung emosi
Ao Ulumudin dan seorang rekan bansernya pun babak belur dan mobil dirusak
Di sisi lain, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang Deden Permana mengutuk keras penyerangan itu.
"Saya turut prihatin atas kejadian kekerasan oleh segerombolan kelompok barbar yang mempersekusi beberapa kiai dan barisan Ansor serbaguna," ujar Deden, Minggu (11/8/2024)
"Saya berharap kepada Kepolisian Kabupaten Karawang khususnya Kapolres Karawang yang baru saja menjabat untuk segera ditindaklanjuti kekerasan ini atas nama apa pun itu," tuturnya.
Sumber: wartakota
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil
Bogor Diguncang Tanah Bergerak, Sebelas Rumah Retak
Interpol Kejar Jurist Tan, Tersangka Korupsi Chromobook yang Kabur ke Luar Negeri
Debut Manis SDN Nglarang dan Sapen Sapu Gelar di MilkLife Soccer Challenge Yogya