JAKARTA Arus mudik Lebaran tahun ini memang luar biasa padat. Tapi, di tengah kemacetan yang sudah diprediksi itu, ada upaya yang cukup menarik perhatian: penerapan contraflow dan sistem satu arah di jalur Jakarta-Bandung. Nah, tanggapan dari para pemudik yang merasakan langsung kebijakan ini ternyata beragam, meski umumnya mereka mengaku cukup terbantu.
Rico, yang baru saja menempuh rute tersebut, bilang contraflow itu berdampak positif. Menurutnya, sistem itu berhasil mengurai kepadatan yang tadinya bikin frustrasi.
"Menurut saya membantu. Dengan adanya contraflow tersebut arus yang tadinya full bisa berkurang dari situasi yang saya lihat sebelumnya," ujar Rico.
Dia menceritakan, dari sekitar KM 20 itu padat banget. Tapi begitu sampai KM 30 dan contraflow diterapkan, lalu lintas mulai bergerak. "Akhirnya bisa sedikit demi sedikit terurai kepadatan," tambahnya.
Rico juga menyoroti satu hal lain. Menurut pengamatannya, pengelolaan lalu lintas sekarang terasa lebih modern. Dia melihat langsung bagaimana drone dan helikopter digunakan untuk memantau kondisi jalan secara real-time.
"Saya lihat lebih modern, ditambah dengan adanya drone dan helikopter yang memantau titik kepadatan yang akhirnya bisa sesegera mungkin anggota untuk datang ke titik kepadatan tersebut," jelasnya.
Di sisi lain, ada juga suara dari pemudik lain, Abel. Dia sepakat bahwa rekayasa lalu lintas selama mudik ini sangat membantu.
"Rekayasa lalu lintas ini sangat membantu perjalanan mudik," ungkap Abel.
Tapi bagi Abel, yang tak kalah penting adalah keberadaan pos-pos pelayanan di sepanjang jalan. Fasilitas itu, katanya, memberikan rasa aman karena responsnya cepat jika ada yang butuh bantuan.
"Pasti membantu buat masyarakat yang mau mudik ke Jawa terlebih khusus, terutama orang-orang yang mau mudik lain, karena kan pasti kalau udah ada pos pengamanan lebih cepat tanggap," jelas Abel.
Di akhir perbincangan, Abel menyelipkan apresiasi. Dia berterima kasih kepada pemerintah dan aparat yang bertugas mengamankan arus mudik tahun ini.
"Terima kasih Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dan Kapolri dan seluruh jajaran yang bertugas untuk mengamankan lebaran tahun 2026 ini," pungkas dia.
Jadi, meski jalanan tetap ramai, upaya-upaya itu rupanya cukup terasa. Setidaknya, perjalanan pulang kampung jadi sedikit lebih tertata dan yang paling penting aman.
Artikel Terkait
Menag Ajak Generasi Muda Jadikan Pencarian Pasangan Hidup sebagai Ikhtiar Suci
Megawati Tutup Bulan Bung Karno di Bali, 625 Desa Gelar Perayaan
Video Terakhir ASN Bangkalan Viral, Terekam Bersama Pria Berkacamata Sebelum Tewas
ASDP Operasikan 28-30 Kapal Feri Per Hari untuk Urai Kepadatan di Pelabuhan Ketapang