Pemerintah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sepakat untuk menghentikan eskalasi dan mengadakan pertemuan di Qatar pada Selasa pekan ini. Langkah ini diambil setelah ketegangan militer di Selat Hormuz meningkat dalam sepekan terakhir.
Mengutip Axios, Senin (29/6/2026), sejumlah sumber menyebutkan bahwa pertemuan di Doha akan membahas perselisihan terkait Selat Hormuz. Seorang pejabat senior AS mengatakan, "Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik," merujuk pada istilah militer untuk serangan.
Pertempuran yang terjadi pekan lalu berakar dari perbedaan interpretasi nota kesepahaman (MoU) perdamaian, khususnya ketentuan yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Dalam MoU tersebut, Iran berjanji melakukan upaya terbaik untuk memastikan jalur aman bagi kapal-komercial melalui selat itu, sementara AS setuju mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Selama pembicaraan di Swiss beberapa pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran sepakat membangun saluran komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengoordinasikan lalu lintas maritim. Namun, saluran itu hingga kini belum beroperasi.
Axios melaporkan bahwa pertemuan lanjutan antara kedua negara awalnya dijadwalkan di Swiss pekan ini untuk membahas program nuklir Iran. Namun, eskalasi terbaru mendorong perubahan tempat ke Doha dan menggeser fokus ke Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Evaluasi Polri
Demo Ricuh di Grahadi, Polisi Tetapkan Empat Tersangka
Bank Raya Luncurkan Raya Active, Tabungan Otomatis Terintegrasi Aktivitas Olahraga
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia