Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Veronika Lake, akhirnya angkat bicara setelah namanya terseret dalam kasus meninggalnya dokter muda dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha. Politisi dari Fraksi PDIP ini disebut-sebut berada di lokasi saat terjadi dugaan intimidasi terhadap almarhumah di Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.
Dalam klarifikasinya, Veronika lebih dulu menyampaikan belasungkawa. "Saya, Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Veronika menjelaskan kehadirannya di RS Leona malam itu tidak direncanakan. Saat itu, ia baru pulang dari acara arisan istri anggota DPRD di Kecamatan Insana bersama dua legislator lain, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Di tengah perjalanan, Therensius mengajak rombongan singgah ke RS Leona untuk menjenguk keponakannya yang kritis akibat gigitan ular berbisa. "Saya ikut membesuk karena kebetulan pulang bersama rombongan tersebut," katanya.
Menurut Veronika, saat masuk ke ruang IGD, perdebatan antara dua rekannya dengan dokter jaga sudah berlangsung. Ia kemudian mendekati pasien untuk melihat kondisi dan menanyakan prosedur penanganan medis. "Saat masuk saya berjalan menuju pasien dan melihat kondisinya. Saya menanyakan bagaimana tidak lanjut penanganan pasien, standar pelayanan dan kualitas pelayanan," ucapnya.
Tidak lama setelah ketegangan itu, pihak manajemen RS Leona datang memberikan penjelasan. Veronika menyebut dua anggota DPRD yang terlibat perdebatan langsung meminta maaf kepada manajemen rumah sakit dan Dokter Icha pada malam itu juga.
Veronika juga mengklarifikasi pernyataannya soal "panggil wartawan saja" yang sempat menjadi sorotan. "Terkait perkataan panggil wartawan saja, itu saya maksudkan sebagai usulan percakapan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi dan perbaikan pelayanan kesehatan. Jadi sama sekali tidak ditujukan kepada personal pribadi. Selanjutnya dua rekan saya berdiskusi dengan manajemen rumah sakit dan saat itu juga persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik," ujarnya.
Veronika menyatakan menghormati proses hukum yang kini berjalan dan siap memberikan keterangan apabila dipanggil penyidik.
Kasus ini bermula saat Dokter Icha diduga mendapat intimidasi ketika bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu. Pihak keluarga, melalui sang paman Victor Manbait, menyebut Dokter Icha mengalami trauma berat setelah dibentak dan ditunjuk-tunjuk oleh oknum anggota DPRD TTU. Ketegangan dipicu desakan keluarga pasien yang meminta vaksin tertentu, namun berdasarkan prosedur medis, tindakan tersebut belum direkomendasikan dan stoknya tidak tersedia di rumah sakit.
Di sisi lain, dua anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah keras telah melakukan intimidasi. Therensius menyebut nada tingginya muncul spontan karena panik melihat kondisi keponakannya.
Saat ini, penyebab pasti meninggalnya Dokter Icha masih diselidiki secara intensif oleh Polres Timor Tengah Utara dan Polres Kupang. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan akan memanggil tiga anggota DPRD yang disebut berada di lokasi untuk dimintai klarifikasi.
Artikel Terkait
Kepuasan Peserta TASPEN Capai Skor Tertinggi 98,7 pada 2025
BMKG: Puncak Musim Kemarau Juli 2026 Mulai Terjadi di 83 Zona Musim
Harga Gas Bukan Satu-satunya Penyebab Pelemahan Daya Saing Industri
Jokowi Injak Kepala Kerbau dalam Prosesi Adat, PDIP: Lambang Kami Banteng Moncong Putih