Jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan dalam satu setengah tahun terakhir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa dari 468 RW yang sebelumnya dikategorikan kumuh, kini tersisa 211 RW.
“BPS melaporkan kepada Bapak Gubernur, RW kumuh di Jakarta ini pada tahun 2017 sampai 2026 berjumlah hampir 468 sekian,” kata Rano saat menghadiri Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6). “Tapi alhamdulillah, dalam waktu satu setengah tahun kami ada di Jakarta, kami bisa menekan hampir 50 persen. Sekarang RW kumuh di Jakarta tinggal 211.”
Menurut Rano, penurunan ini tidak semata-mata karena kerja pemerintah, melainkan juga karena kemauan masyarakat untuk berubah. “Itu menandakan bukan hebat Gubernur, bukan hebat Wakil Gubernur, tapi hebatnya masyarakat ingin berubah,” tuturnya.
Perbaikan kawasan kumuh menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelang Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027. Rano menekankan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Artikel Terkait
IPO RANS: Ketika Raffi Ahmad Melegalkan Status Sultan di Tengah Kontroversi Bisnis Binatu
Pemkab Bone Luncurkan Aplikasi Sipakatau untuk Percepat Penurunan Kemiskinan
Gempa Kembar di Venezuela, Korban Tewas Mendekati 1.500 Jiwa
Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung, Apa Artinya? Ini Penjelasan dan Pro-Kontranya