PSI Kritik PDIP Soal Makna Injak Kepala Kerbau, Sebut Tak Paham Adat Lampung

- Senin, 29 Juni 2026 | 12:35 WIB
PSI Kritik PDIP Soal Makna Injak Kepala Kerbau, Sebut Tak Paham Adat Lampung

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam pernyataan PDIP yang menertawakan prosesi adat injak kepala kerbau yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Lampung. PSI menilai sikap itu sebagai bentuk penghinaan terhadap adat dan budaya setempat.

"Saya kira itu menghinakan adat budaya gitu loh. Itu kan menghina prosesi adat budaya Lampung. Tapi mudah-mudahan masyarakat Lampung menyikapinya dengan bijak lah dan semakin mengetahui betapa mereka sedang berhadapan dengan orang-orang yang tidak paham adat Lampung tapi ngomong-ngomong adat Lampung," kata Ketua DPP PSI Bestari Barus kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Bestari menjelaskan bahwa prosesi injak kepala kerbau merupakan bentuk penghargaan dari pimpinan adat Lampung kepada Jokowi. Ritual tersebut, menurutnya, sudah ada jauh sebelum PDIP berdiri. "Iya itu adalah sebuah prosesi adat istiadat Lampung dari beberapa kerajaan itu ya, kerajaan adat itu mereka memberikan penghargaan kepada Pak Jokowi dengan ritual yang memang telah dilaksanakan sebelum adanya PDIP di republik ini," ucapnya.

Bestari juga menyoroti pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang mempertanyakan kualitas Jokowi. Ia justru mempertanyakan kredibilitas Andreas. "Karena apa? Karena dia coba membuat standar ya, mencoba membuat standar begini loh berpartai, kalau orang yang apa namanya, tokoh harus begini loh. Lah emang dia siapa gitu kok menentukan arah langkah orang gitu," ucap dia.

Lebih jauh, Bestari menilai PDIP sebaiknya tidak perlu lagi mengomentari Jokowi jika memang tidak suka. Ia justru meminta PDIP berbenah diri, menyinggung posisi politik partai tersebut yang dinilai tidak jelas. "Kalau nggak suka ya sudah hindarin saja. Kalau kemudian luka, kecewa, dan merasa terdegradasi oleh ditinggalkan Pak Jokowi, ya berbenah dululah diri. Ini ngaku kadang-kadang oposisi, kadang-kadang tidak oposisi. Orang nggak jelas jenis kelaminnya mau gimana sih," ujar dia.

Terakhir, Bestari meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberi pelajaran kepada kadernya untuk lebih menghargai adat dan budaya. "Mulai hari ini semoga Bu Megawati bisa menasihati anak buahnya untuk lebih menghormati budaya masyarakat Indonesia di mana pun berada gitu. Masukkan dalam kurikulum sekolah partai di PDIP gitu," tutur dia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags