Di tengah situasi sulit pascabencana di Sumatera, Bank Mandiri kembali menunjukkan perannya. Mereka tak cuma mengirimkan bantuan barang, tapi juga mengerahkan orang-orangnya langsung ke lapangan. Bersama Danantara Indonesia, mereka memberangkatkan relawan dari kalangan karyawan internal yang mereka sebut Relawan Mandiri Tanggap Bencana untuk turun tangan membantu masyarakat.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengonfirmasi bahwa seratus relawan batch pertama sudah diberangkatkan sejak 19 Desember lalu. Tujuannya ke Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Selatan.
“Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri bergerak cepat dan tanggap dalam meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Aceh. Selain menyalurkan bantuan, kami juga mengerahkan Relawan Mandiri Tanggap Bencana yang menjadi ujung tombak pendampingan langsung di lapangan,” jelas Adhika dalam keterangan resminya, Senin (22/12).
Menurutnya, para relawan ini bergabung dengan lebih dari seribu relawan lain yang dikoordinasi Danantara dan BP BUMN. Mereka semua punya satu tujuan: meringankan beban warga yang terdampak.
Dan ini baru tahap awal. Saat ini, Bank Mandiri sedang menyiapkan batch kedua. Relawan akan direkrut dari berbagai unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk dari tim khusus mereka, Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club. Langkah ini diambil agar respons kemanusiaan bisa lebih cepat dan menjangkau lebih banyak lokasi.
Yang menarik, beberapa relawan yang diterjunkan bukanlah orang baru. Mereka punya pengalaman lapangan yang cukup berat, seperti saat menangani tsunami Aceh dulu, atau gempa dan likuefaksi di Palu. Pengalaman itu kini kembali diaktifkan, dikerahkan ke Aceh untuk membantu distribusi logistik dan mendampingi warga.
Di lapangan, kerja mereka sangat beragam. Tak cuma bagi-bagi bantuan, relawan juga mengelola posko tanggap bencana. Mulai dari dapur umum, posko kesehatan, sampai pendidikan dan trauma healing untuk anak-anak.
Di dapur umum, mereka sibuk menyiapkan konsumsi harian. Di posko kesehatan, mereka membantu penyediaan obat dan alat medis. Sementara di posko pendidikan, mereka berusaha agar anak-anak bisa tetap belajar meski dalam kondisi darurat. Nah, untuk trauma healing, relawan merancang kegiatan yang bisa memulihkan kondisi mental warga, mengembalikan sedikit rasa aman yang mungkin hilang.
Semua ini adalah bagian dari program TJSL Bank Mandiri yang memang fokus pada wilayah rawan bencana. Perusahaan menyatakan empatinya yang mendalam dan berkomitmen untuk terus mendukung sesuai perkembangan di lapangan.
Secara angka, sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan dan menyiapkan lebih dari 82.000 paket bantuan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Baru-baru ini, pada Rabu (17/12), mereka kembali menyalurkan bantuan tahap ke-10.
Totalnya 9.000 paket: 5.000 untuk Aceh Tamiang, 2.000 untuk Aceh Selatan, dan 2.000 lagi untuk Gayo Lues. Belum termasuk 200.000 pakaian layak pakai yang dibagikan di tiga provinsi tersebut.
Konsistensi ini, dalam pandangan banyak pihak, memang mempertegas peran Bank Mandiri. Mereka tak hanya hadir sebagai institusi keuangan, tapi juga sebagai mitra yang bergerak cepat dan berusaha memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat.
Artikel Terkait
OJK Targetkan Dana Masuk Pasar Modal Capai Rp250 Triliun pada 2026
IHSG Anjlok 2,83%, Seluruh Sektor Terkena Tekanan Jual
Pemerintah Godok Dua Opsi Skema Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
BCA Sekuritas Prediksi 2026: Dunia di Era Great Reset AI, Dihantui Ketegangan Geopolitik