SOLO – Kemarahan suporter Persis Solo meledak. Pemicunya? Keputusan manajemen yang melepas dua pilar utama mereka: sang kapten, Sho Yamamoto, dan mesin gol Kodai Tanaka. Bagi banyak pendukung, langkah ini bukan strategi, tapi blunder besar.
Yang bikin geram, tak ada indikasi cedera atau penurunan performa dari kedua pemain asal Jepang itu. Justru, manajemen Laskar Sambernyawa dengan tenang mengonfirmasi bahwa duo tersebut akan menjalani masa peminjaman hingga akhir musim. Padahal, Sho adalah figur pemimpin yang konsisten di 15 laga terakhir. Sementara Tanaka? Dialah tumpuan lini depan, pencetak gol terbanyak klub saat ini.
Kehilangan "nyawa" permainan dan predator kotak penalti secara bersamaan, tentu saja, meninggalkan tanda tanya besar. Para pendukung setia yang berharap stabilitas di putaran kedua BRI Super League ini pasti bertanya-tanya: apa yang sebenarnya direncanakan?
Ironi yang Menyakitkan
Rasa pahit suporter makin menjadi karena salah satu rekrutan anyar yang diharapkan jadi pengganti, Clayton Silva, dipastikan batal membela tim. Striker eks Timnas Brasil U-23 itu dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh PSSI.
Jadi begini keadaannya: berdasarkan surat resmi tertanggal Senin (2/2/2026), Persis harus merelakan striker tajam lamanya pergi, sementara bintang baru dari Brasil yang mereka datangkan pun tak bisa dimainkan. Situasi yang sungguh ironis.
Gemuruh Kekecewaan
Media sosial resmi klub langsung banjir reaksi keras. Banyak suporter yang menilai visi manajemen sekarang ini tidak jelas, bahkan terkesan merugikan prestasi tim di lapangan. Suara-suara kecewa itu nyaring terdengar.
"Target mu op jane sis persis?" tulis salah satu akun, pertanyaannya singkat namun sarat makna.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026