Sesi latihan bebas pertama Moto3 Catalunya 2026 belum sepenuhnya berpihak kepada Veda Ega Pratama, namun di balik hasil yang belum memuaskan di FP1, pembalap muda Indonesia itu justru dinilai masih menyimpan potensi kejutan besar untuk akhir pekan balapan di Circuit de Barcelona-Catalunya. Sementara perhatian publik tertuju pada dominasi Hakim Danish dan konsistensi Brian Uriarte di papan atas, Veda Ega tampak menjalani sesi yang jauh lebih rumit.
Sejak awal latihan bebas pertama pada Jumat (15/5/2026), ritme persaingan langsung berjalan sangat cepat. Para pembalap silih berganti mencatatkan waktu terbaik dalam beberapa menit pertama. Valentin Perrone sempat membuka sesi sebagai yang tercepat lewat catatan 1 menit 53,289 detik, namun posisi tersebut tidak bertahan lama setelah Adrian Fernandez langsung menurunkan waktu menjadi 1 menit 51,537 detik.
Persaingan terus bergerak dinamis. Eddie O’Shea kemudian naik ke posisi teratas sebelum kembali digeser Adrian Fernandez yang mulai menemukan ritme terbaiknya. Di tengah situasi itu, Veda Ega justru terlihat kesulitan beradaptasi dengan pace awal lintasan Catalunya. Pembalap muda asal Gunungkidul tersebut sempat tercecer di posisi ke-21 hanya dalam lima menit pertama sesi berlangsung.
Meski demikian, Veda sebenarnya sempat menunjukkan sinyal positif. Ia berhasil merangsek naik ke posisi lima besar lewat catatan waktu 1 menit 52,334 detik. Momen itu sempat memunculkan harapan bahwa pembalap Honda Team Asia tersebut mulai menemukan setting motor terbaiknya.
Namun situasi kembali berubah cepat. Ketika para rival mulai mempertajam catatan waktunya, Veda justru kesulitan menjaga konsistensi lap. Nama-nama seperti Alvaro Carpe, Hakim Danish, Brian Uriarte, hingga Adrian Fernandez terus bergantian mencatatkan waktu tercepat. Sayangnya, Veda tidak terlibat dalam pertarungan papan atas tersebut. Alih-alih naik, ia perlahan kembali turun ke luar 20 besar. Motor Honda miliknya tampak belum benar-benar mampu memberikan kestabilan saat memasuki sektor-sektor cepat Catalunya.
Di akhir sesi, Hakim Danish akhirnya keluar sebagai pembalap tercepat dengan catatan impresif 1 menit 47,478 detik. Pembalap Malaysia itu tampil sangat solid dan berhasil memenangkan persaingan ketat melawan Adrian Fernandez serta Alvaro Carpe. Sementara Brian Uriarte, yang sebelumnya sempat berada dalam perebutan posisi teratas, harus puas menutup FP1 di urutan ke-10.
Di sisi lain, Veda Ega mengakhiri sesi di posisi ke-23 dengan selisih waktu 2,664 detik dari Hakim Danish. Hasil itu memang belum ideal. Bahkan Veda hanya unggul dari beberapa pembalap di bagian bawah klasemen, termasuk rekan setimnya sendiri di Honda Team Asia, Zen Mitani.
Namun dalam Moto3, hasil FP1 sering kali belum sepenuhnya menggambarkan kekuatan sebenarnya. Kategori Moto3 dikenal sangat dinamis. Perubahan setting motor, pemilihan ban, slipstream, hingga adaptasi pembalap terhadap suhu lintasan bisa membuat situasi berubah drastis hanya dalam satu sesi. Dan itulah yang membuat peluang Veda belum tertutup.
Apalagi pembalap Indonesia tersebut punya karakter yang sering berkembang perlahan sepanjang akhir pekan balapan. Dalam beberapa seri sebelumnya, Veda juga beberapa kali tampil kurang meyakinkan di awal sebelum akhirnya mampu memperbaiki performa saat practice maupun kualifikasi.
Faktor lain yang membuat optimisme tetap terjaga adalah pengalaman rivalitasnya dengan Hakim Danish sejak Red Bull Rookies Cup. Keduanya sudah sangat mengenal karakter balapan masing-masing. Hakim mungkin unggul di FP1 kali ini, tetapi Veda memahami bagaimana menjaga progres performa sepanjang akhir pekan.
Selain itu, Catalunya juga merupakan sirkuit yang menuntut pembalap memiliki keberanian tinggi saat masuk tikungan cepat dan menjaga momentum di sektor flowing. Karakter seperti itu sebenarnya cukup cocok dengan gaya balap agresif milik Veda. Yang kini menjadi pekerjaan rumah terbesar adalah menemukan setup motor yang lebih stabil agar ia bisa menjaga konsistensi lap time. Jika mampu memperbaiki sektor tengah dan akselerasi keluar tikungan, Veda masih berpeluang naik signifikan pada sesi practice maupun kualifikasi.
Moto3 sendiri memang terkenal sulit diprediksi. Selisih waktu antar pembalap sangat tipis, dan perubahan kecil sering menghasilkan lompatan posisi yang besar. Itu sebabnya posisi ke-23 di FP1 belum bisa dijadikan gambaran final tentang peluang Veda sepanjang akhir pekan. Kini fokus utama pembalap muda Indonesia itu adalah memanfaatkan sesi practice untuk menemukan feeling terbaik dengan motor. Sebab jika berhasil memperbaiki ritme dan masuk ke grup yang tepat saat kualifikasi, peluang menciptakan kejutan masih sangat terbuka.
Jadwal Moto3 Catalunya 2026 sendiri masih menyisakan beberapa sesi penting. Practice akan berlangsung Jumat malam WIB, dilanjutkan Free Practice 2 serta sesi kualifikasi pada Sabtu (16/5/2026). Sementara balapan utama Moto3 Catalunya 2026 akan digelar Minggu (17/5/2026) pukul 16.00 WIB. Dan bagi Veda Ega Pratama, akhir pekan di Barcelona tampaknya baru benar-benar dimulai.
Artikel Terkait
Kemenhaj Imbau Jamaah Haji Jaga Stamina Jelang Puncak Ibadah di Armuzna
Masa Depan Anthony Gordon di Newcastle Makin Suram, Bayern Munich Jadi Tujuan Terdepan
Dede Kusnandar Akui Talak Tiga dan KDRT, Rumah Tangga dengan Karen Hertatum Resmi Berakhir
Menteri Koperasi Dorong Petani Tebu Miliki Saham di Pabrik Gula Negara