Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau seluruh jamaah Indonesia untuk menjaga kondisi fisik secara optimal. Imbauan ini disampaikan menyusul rangkaian ibadah puncak yang menuntut kesiapan stamina, terutama karena sebagian besar aktivitas dilakukan dengan berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, dalam konferensi pers pada Jumat (15/5/2026), menekankan pentingnya membatasi aktivitas yang tidak mendesak. Jamaah diminta mulai membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
“Mari membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai dengan kemampuan tentunya agar jamaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” ujar Maria.
Ia juga mengingatkan agar jamaah mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat siang hari ketika suhu udara di Arab Saudi mencapai tingkat yang sangat tinggi. Selain itu, jamaah diminta mengutamakan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, makan secara teratur, dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
“Gunakan waktu di tanah suci ini secara bijak agar stamina tetap terjaga menjelang Armuzna ataupun puncak haji, karena haji bukan sekadar ibadah ritual saja, namun juga ibadah yang harus dilakukan dengan fisik yang prima serta membutuhkan waktu tempuh dengan berjalan kaki yang tak sedikit,” kata dia.
Perhatian khusus diberikan kepada jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jamaah risiko tinggi. Maria meminta kelompok ini untuk rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun petugas kloter apabila mengalami keluhan kesehatan.
“Jangan menunggu kondisi memburuk terlebih dahulu dan langsung saja kemudian melaporkan kepada petugas jika mengalami keluhan-keluhan kesehatan, seperti misalnya lemas, pusing, sesak nafas, demam, maupun juga dehidrasi,” paparnya.
Sementara itu, Kemenhaj turut menyampaikan perkembangan terkini operasional haji 2026. Hingga saat ini, sebanyak 411 kloter dengan total 158.978 jamaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 392 kloter dengan 151.382 jamaah dan 1.568 petugas telah tiba di Makkah.
Di sisi lain, tercatat sebanyak 140 kloter dengan 53.705 jamaah dan 561 petugas telah tiba di Jeddah. Kemenhaj juga mencatat sebanyak 11.087 jamaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi.
Artikel Terkait
Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal IKM Alat Makan Keramik Jelang Kewajiban 2026
Persebaya Rekrut Miguel Pereira, Wujudkan Obsesi Bernardo Tavares Bangun Lini Serang Ideal
Pengunjung Membludak di Ragunan Demi Kapibara, Fenomena Viral ‘Masbro’ Berlanjut
Pemprov DKI Cabut Izin Dua Tempat Hiburan Malam di Jakbar Terkait Kasus Narkoba