Dokter Ungkap 70 Persen Sistem Imun Manusia Berada di Usus

- Minggu, 28 Juni 2026 | 05:55 WIB
Dokter Ungkap 70 Persen Sistem Imun Manusia Berada di Usus

Sekitar 70 persen sistem imun manusia berada di saluran pencernaan, termasuk usus. Hal itu diungkapkan oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Gia Pratama, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan usus untuk mempertahankan daya tahan tubuh.

Menurut dr Gia, banyak orang hanya berfokus pada pola makan untuk menjaga kesehatan, tanpa menyadari bahwa kondisi usus juga menjadi faktor penentu kuat atau lemahnya sistem kekebalan tubuh. Dalam unggahan di Instagram, ia menyoroti fenomena banyak orang yang mudah sakit meskipun merasa sudah cukup makan.

“Teman-teman kenapa ya sekarang sepertinya banyak sekali yang gampang sakit, gampang drop? Padahal katanya makannya sudah cukup. Bisa jadi salah satu jawabannya ada di usus,” katanya, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa di dalam usus terdapat mikrobiom, yaitu triliunan bakteri baik yang berfungsi menjaga keseimbangan saluran pencernaan sekaligus mendukung sistem imun tubuh. Keseimbangan bakteri baik ini, lanjutnya, dapat terganggu oleh kebiasaan begadang, stres, makan sembarangan, serta kurang mengonsumsi serat.

“Begadang, stres, makan sembarangan, kurang serat. Karena pelan-pelan, gaya hidup seperti ini akhirnya mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus,” ujarnya.

Ketika keseimbangan bakteri baik terganggu, daya tahan tubuh dapat menurun sehingga seseorang lebih mudah sakit atau merasa lemas. Oleh karena itu, menjaga kesehatan usus menjadi langkah penting untuk mempertahankan sistem imun.

dr Gia menyarankan konsumsi probiotik sesuai kebutuhan untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiom usus. Ia menegaskan setiap jenis probiotik memiliki fungsi yang berbeda, salah satunya Lactobacillus reuteri DSM 17938 yang telah banyak diteliti secara klinis.

“Karena setiap probiotik punya jenis, fungsi dan manfaat yang berbeda-beda. Salah satu probiotik yang aman dikonsumsi adalah Lactobacillus reuteri DSM 17938. Probiotik ini termasuk bakteri baik yang sudah banyak diteliti secara klinis,” katanya.

Probiotik tersebut, menurut dr Gia, banyak dibahas manfaatnya untuk membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan seperti kolik, diare, sembelit, dan gangguan pencernaan lainnya. Namun, ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan usus juga harus dibarengi dengan pola makan bergizi, asupan serat yang cukup, serta istirahat dan pengelolaan stres yang baik.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags