Kakak korban penyekapan di Bandung, Afif, secara tegas menolak permintaan maaf Taufik Hidayat, pelaku yang menyekap dan menganiaya adiknya selama tiga tahun. Dalam pertemuan dengan Taufik yang dihadirkan polisi ke publik, Afif menyatakan keluarganya tidak bisa menerima permintaan maaf tersebut.
"Saya minta maaf. Atas apa yang dilakukan saya salah. Saya menyesal. Saya minta maaf," ucap Taufik dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026). Mengetahui hal itu, Afif menolak mentah-mentah. "Enggak ada kata maaf. Dia enteng minta maaf. Enggak ada kata maaf," imbuhnya.
Meski menolak maaf, Afif mengaku tidak menginginkan hukuman mati bagi Taufik. Ia justru meminta agar pelaku diserahkan kepada keluarganya untuk dihakimi sendiri. "Serahkan ke keluarga saya setahun dua tahun, waktu yang sama saat menyekap adik saya," ujar Afif.
Afif juga menyampaikan terima kasih kepada Polda Jabar dan Dedi Mulyadi yang berhasil menangkap pelaku serta membiayai perawatan adiknya. "Terima kasih Polda Jabar, terima kasih KDM yang sudah mau membiayai pengobatan adik saya sampai selesai," katanya.
Sebelumnya, publik digegerkan dengan aksi Taufik Hidayat (30) yang menyekap pacarnya sendiri, YTR, selama tiga tahun. Taufik sempat menjadi buronan sebelum akhirnya ditangkap polisi. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, membenarkan penangkapan tersebut. "Iya benar (Taufik Hidayat) telah ditangkap," ujarnya.
Polisi sempat kesulitan menemukan pelaku karena Taufik berpindah-pindah tempat. Dedi Mulyadi mengapresiasi kinerja kepolisian dan meminta hukuman setimpal bagi Taufik. "Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Jabar dan seluruh jajaran Polda Jabar yang sudah dengan cepat menangkap pelaku biadab Taufik Hidayat," ujar Dedi. Ia menilai perbuatan pelaku sudah melanggar batas kemanusiaan.
Artikel Terkait
FIFA Tolak Permintaan Iran dan Mesir, Bendera Pelangi Tetap Boleh di Piala Dunia 2026
Dokter Korban Intimidasi Anggota DPRD TTu Ditemukan Tewas Gantung Diri
Korban Meninggal dalam Latihan Militer Calon Manajer KDMP Bertambah Jadi 5 Orang
Dokter Muda di NTT Meninggal Usai Diduga Alami Intimidasi Saat Jaga di IGD