Tekanan jual di bursa saham domestik masih berlanjut. Pada pekan pendek 22–26 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 4,55 persen ke level 5.896. Di tengah pelemahan itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sederet emiten yang mengalami penurunan harga paling dalam.
Peringkat pertama dalam daftar top losers ditempati oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Saham emiten energi ini merosot 25,45 persen, dari Rp1.395 menjadi Rp1.040 per saham. Penurunan itu menjadi yang terbesar di antara saham-saham lain yang tercatat di bursa sepanjang pekan tersebut.
Di posisi kedua, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyusut 24,55 persen ke Rp498. Disusul PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) yang melemah 23,13 persen ke Rp206. Sementara itu, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) tergelincir 21,59 persen ke Rp276.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga tak luput dari tekanan. Sahamnya tertekan 21,21 persen ke Rp520. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terkoreksi 20,63 persen ke Rp500. Adapun PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melemah 19,38 persen ke Rp5.200.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tergelincir 19,23 persen ke Rp126. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turun 19,05 persen ke Rp153. Posisi ke-10 ditempati PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang menyusut 18,93 persen ke Rp1.370, dari posisi pekan sebelumnya di Rp1.690.
Berdasarkan statistik BEI yang dirilis Sabtu (27/6/2026), seluruh saham dalam daftar ini mencatat penurunan di atas 18 persen. Emiten yang masuk dalam jajaran tersebut berasal dari beragam sektor, mulai dari energi, tambang, keuangan, hingga teknologi dan infrastruktur.
Artikel Terkait
Pre-order GTA VI Dibuka, Harga Termurah Rp 1,19 Juta untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S
Polisi Bongkar Praktik Judi Berkedok Timezone di Jakarta, Omzet Capai Rp2,1 Miliar per Bulan
Bupati Gowa Minta Pansus Hak Angket Tak Masuk ke Ranah Pribadi
Ruben Onsu Akui Hentikan Nafkah Anak, Kuasa Hukum Sebut Akibat Tak Bisa Bertemu Putrinya