Ratusan Warga Lembang Gelar Festival Perang Tomat, Ritual Buang Energi Negatif Jadi Daya Tarik Wisata

- Jumat, 26 Juni 2026 | 18:00 WIB
Ratusan Warga Lembang Gelar Festival Perang Tomat, Ritual Buang Energi Negatif Jadi Daya Tarik Wisata

Ratusan warga di Kampung Cikareumbi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menggelar tradisi saling lempar tomat yang sudah tidak layak jual. Bukan sekadar aksi saling lempar, ritual tahunan bernama Festival Perang Tomat ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin mengenal kearifan lokal masyarakat setempat.

Dalam perayaan yang dikenal sebagai hajat lembur itu, tomat-tomat busuk dan tidak layak konsumsi dipilih sebagai media utama. Suasana riuh langsung tercipta saat percikan merah memenuhi area perayaan, menandai dimulainya ritual saling lempar yang diikuti oleh ratusan peserta.

Sekilas, tradisi ini mengingatkan pada festival lempar tomat di Spanyol. Namun, makna di balik Perang Tomat di Lembang jauh lebih dalam. Bagi masyarakat setempat, ritual ini bukanlah sekadar hiburan.

"Ini merupakan simbol untuk membuang hal-hal buruk, energi negatif, dan kebusukan hati," ujar seorang tokoh masyarakat setempat. Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi harapan akan kehidupan yang lebih baik dan hasil pertanian yang melimpah di masa mendatang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags