Mahasiswa Makin Banyak Lakukan Quiet Quitting, Kerjakan Tugas Secukupnya Tanpa Peduli Lagi pada Sistem

- Jumat, 26 Juni 2026 | 19:00 WIB
Mahasiswa Makin Banyak Lakukan Quiet Quitting, Kerjakan Tugas Secukupnya Tanpa Peduli Lagi pada Sistem

Mereka tetap masuk kelas. Tugas-tugas dikumpulkan sesuai tenggat. Indeks prestasi kumulatif masih terjaga. Tapi di dalam, rasa peduli itu telah lama padam.

Ini bukan soal malas. Ini adalah quiet quitting dan fenomena itu kini telah merambah ke lingkungan kampus.

Ketika kata "cukup" menjadi bentuk perlawanan, mahasiswa mulai memilih untuk tidak lagi memberikan lebih dari apa yang diminta. Mereka tidak keluar. Mereka tidak gagal. Mereka hanya berhenti berpura-pura bahwa sistem yang ada layak diperjuangkan mati-matian.

Istilah quiet quitting awalnya populer di dunia kerja: karyawan yang tidak mengundurkan diri, tetapi juga tidak lagi bekerja melampaui batas tugasnya. Kini, pola yang sama ditemukan di kalangan mahasiswa hampir tanpa ada yang membicarakannya secara terbuka.

Sosiolog Émile Durkheim pernah memperingatkan tentang anomie, kondisi ketika individu kehilangan keterikatan dengan norma sosial karena sistem gagal memberikan makna. Mahasiswa yang melakukan quiet quitting bukanlah mereka yang kehilangan arah. Justru sebaliknya, mereka sadar bahwa tujuan yang dijanjikan sistem gelar, prestasi, IPK tidak selalu berujung pada kehidupan yang lebih baik.

Mereka melihat kakak angkatan yang lulus dengan predikat cumlaude namun masih menganggur. Mereka mengikuti perlombaan, menang, dan tidak ada yang berubah. Pada titik itulah, wajar jika mereka memilih untuk sekadar bertahan.

Mudah untuk menyebut generasi ini lemah atau enggan berjuang. Tapi pertanyaan yang lebih jujur adalah: sistem mana yang sudah cukup berjuang untuk mereka?

Quiet quitting di kalangan mahasiswa bukanlah krisis moral. Ini adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki, jauh sebelum mereka duduk di bangku kuliah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags