Delapan mahasiswa Korea Selatan (Korsel) tengah menjalani pemeriksaan setelah kedapatan mencoba menyusup ke Pangkalan Udara Osan, markas utama Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di Korsel. Mereka diamankan saat sedang berunjuk rasa di sekitar pangkalan yang terletak sekitar 50 kilometer di selatan Seoul tersebut.
Para mahasiswa yang ditahan itu merupakan anggota Serikat Mahasiswa Progresif Korea. Aksi mereka pada Selasa (4/8) waktu setempat bertujuan memprotes kehadiran militer AS di kota Gwangju, yang dinilai dapat menghambat proyek besar pembuatan chip yang direncanakan pemerintah Seoul di wilayah tersebut.
Menurut laporan kantor berita Yonhap, enam dari delapan mahasiswa itu berhasil memasuki area pangkalan sambil meneriakkan slogan-slogan anti-AS, termasuk yang menentang Pasukan Udara ke-7 AS. Sementara dua mahasiswa lainnya dicegat di gerbang masuk.
Militer AS dalam pernyataannya mengonfirmasi penahanan delapan orang pada Selasa (4/8) waktu setempat. Mereka disebut telah “berupaya masuk secara ilegal ke Pangkalan Udara Osan melalui gerbang utama instalasi tersebut”.
“Pihak militer menyerahkan mereka kepada Kepolisian Nasional Korea, yang kini menahan mereka dan sedang menjalankan prosedur penyelidikan yang semestinya,” demikian bunyi pernyataan militer AS.
Artikel Terkait
FC Bayern Menang 2-1 atas Jeju SK FC dalam Tur Asia
Gelombang Panas Ekstrem di Korea Selatan Tewaskan 16 Orang
Gelombang Panas Ekstrem Landa Korsel, Suhu Tembus 42,5 Derajat Celsius
Baek Sung Chul, Aktor Pendatang Baru yang Curi Perhatian di Drama Dream to You