Militer Korea Selatan mendeteksi setidaknya sepuluh rudal balistik jarak pendek yang diluncurkan dari wilayah Korea Utara pada Kamis (20/8) waktu setempat. Rudal-rudal itu terbang sekitar 300 kilometer ke arah laut di sebelah timur Semenanjung Korea.
Kepala Staf Gabungan Korsel awalnya melaporkan adanya satu "proyektil tak teridentifikasi", kemudian memperbarui informasi menjadi sekitar sepuluh rudal balistik jarak pendek yang ditembakkan dari area Pyongyang. Jepang juga mendeteksi peluncuran tersebut; kantor Perdana Menteri Jepang menyatakan bahwa Pyongyang telah meluncurkan "diduga sebuah rudal balistik".
Kantor kepresidenan Korsel mengecam keras tindakan ini dan langsung menggelar rapat keamanan darurat yang dihadiri para pejabat Kementerian Pertahanan serta jajaran petinggi militer. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa peluncuran rudal balistik tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Peluncuran rudal balistik ini merupakan tindakan serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," ujar kantor kepresidenan Korsel, sembari mendesak Korut untuk segera menghentikan tindakan semacam itu. Militer Korsel pun diperintahkan untuk menjaga kesiapsiagaan penuh.
Artikel Terkait
Korsel Perkirakan Korut Miliki 80-120 Senjata Nuklir, Lebih Tinggi dari Klaim Trump
Galaxy Z Fold 8 Mencuri Hati Gen Z Korea, iPhone Mulai Ditinggalkan
Trump Umumkan Rencana Bertemu Kim Jong Un Akhir Tahun Ini
Trump Umumkan Rencana Bertemu Kim Jong-un, Picu Kekhawatiran Sekutu AS