Polisi Bekasi Ungkap Motif Pembunuhan Dua Remaja di Selokan: Bukan Tawuran, tapi Perampasan Motor

- Jumat, 26 Juni 2026 | 18:55 WIB
Polisi Bekasi Ungkap Motif Pembunuhan Dua Remaja di Selokan: Bukan Tawuran, tapi Perampasan Motor

Polisi mengungkap motif di balik tewasnya dua remaja di selokan kawasan perumahan Kota Bekasi, Jawa Barat. Bukan sekadar tawuran biasa, para pelaku ternyata memiliki niat jahat terselubung untuk merampas sepeda motor korban. Polres Metro Bekasi Kota telah menangkap lima dari tujuh orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Mereka mengaburkan motifnya seolah-olah ini murni tawuran remaja biasa. Padahal, ada niat jahat terselubung untuk menguasai harta benda lawan," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (26/6/2026).

Keributan terjadi pada Jumat (19/6) sekitar pukul 04.10 WIB. Dari total tujuh pelaku, polisi telah meringkus lima orang: KFA yang merupakan otak pelaku dan residivis begal empat tahun, RNAF yang merupakan residivis tawuran, serta TH, RF, dan H. Dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Peristiwa berawal dari rencana aksi tawuran yang disepakati melalui media sosial antara kelompok "Timur Everybody" dan "Gasruk Mentality". Namun, saat tiba di lokasi, kelompok korban memilih mundur dan memutar balik karena kalah jumlah. Melihat lawannya kabur, kelompok Timur Everybody yang diotaki KFA justru menyerang secara brutal.

"Begitu melihat jumlah musuh sedikit, mereka kejar, keroyok secara keji menggunakan senjata tajam tanpa belas kasihan, lalu melarikan sepeda motornya untuk dijual kembali," kata Kusumo.

Penganiayaan brutal itu terjadi di dua lokasi berbeda. Di lokasi pertama, depan taman bermain air, korban ZR dikeroyok hingga jari tangannya putus. Sepeda motor Honda Vario miliknya dirampas langsung oleh otak pelaku KFA.

Pelaku kemudian kembali mengejar hingga ke Jalan Raya Cimuning. Tiga orang berinisial DORG, FPP, dan MTA yang berboncengan sepeda motor menabrak pembatas jalan dan terpental ke dalam selokan. Tanpa memberi kesempatan, para pelaku menghujani korban dengan sabetan celurit, cocor bebek, dan hantaman kayu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags