Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyambut positif gelontoran stimulus dan insentif senilai Rp26,34 triliun dari pemerintah. Ia optimistis kebijakan ini mampu mendongkrak daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.
“Tentunya akan membantu daya beli. Kita harus apresiasi pemerintah memperhatikan bahwa dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada saat ini, stimulus yang digulirkan sampai akhir tahun saya rasa ini akan sangat membantu,” ujar Shinta saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Shinta, keberadaan insentif tetap menjadi motor utama meskipun tantangan ekonomi saat ini cukup kompleks. Ia menilai langkah pemerintah telah menunjukkan komitmen nyata untuk merespons kebutuhan masyarakat.
“Insentif itu dibutuhkan karena bagaimanapun juga daya beli menjadi salah satu faktor penting. Kita mesti lihat dulu sampai sejauh mana, tapi paling tidak sudah ada awal titik di mana pemerintah mulai melihat kebutuhan masyarakat seperti apa,” kata Shinta.
Secara rinci, total stimulus jumbo pada Semester II-2026 dialokasikan ke dalam beberapa program prioritas. Anggaran tersebut mencakup jaring pengaman pangan, pembenahan kualitas tenaga kerja, hingga insentif transportasi publik.
Rinciannya, stimulus insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program pemagangan serta vokasi nasional senilai Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan dalam skala masif sebesar Rp18,04 triliun.
Artikel Terkait
Penjualan Chip AI Samsung HBM4 Tembus Rp17 Triliun dalam Empat Bulan
Didier Deschamps Tinggalkan Timnas Prancis Usai Sang Ibunda Meninggal, Laga Penentu Grup I Lawan Norwegia Ditangani Asisten
Pemerintah DKI Terima 499 Sertifikat Tanah Senilai Rp22,2 Triliun sebagai Kado HUT ke-499 Jakarta
Prabowo Soroti Peran Unik TNI dan Polri di Sektor Pertanian: Hanya di Indonesia Aparat Keamanan Turun ke Sawah