Seorang budayawan Indonesia mendapat kehormatan langka di Vatikan. Butet Kartaredjasa berhasil menyerahkan langsung lukisan bertema Jalan Salib versi Jawa kepada Paus Leo XIV di kompleks Basilika Santo Petrus, Rabu (17/6/2026) siang.
Momen bersejarah itu berlangsung sekitar pukul 12.30 waktu setempat di halaman Basilika Vatikan. Didampingi sang istri, Butet bertemu langsung dengan pemimpin Gereja Katolik sedunia itu setelah menunggu sejak pagi bersama sejumlah tamu dari berbagai negara yang juga ingin bersalaman dan berbincang.
Namun, pertemuan tersebut bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Butet mengungkapkan bahwa proses penyerahan karya seni itu telah melalui perjalanan panjang selama berbulan-bulan. Sebelum menerima undangan resmi dari Vatikan, lukisan tersebut terlebih dahulu dikirim ke Sekretariat Vatikan untuk menjalani proses peninjauan. Setelah mendapat persetujuan, ia akhirnya memperoleh kesempatan menyerahkan karya itu secara langsung kepada Paus Leo XIV.
Lukisan yang dibawanya menampilkan kisah Jalan Salib dengan sentuhan budaya Jawa yang kental. Dalam karya tersebut, Butet menghadirkan tokoh-tokoh punakawan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong yang dipadukan dengan narasi spiritual Jalan Salib.
Bagi Butet, kehadiran para punakawan bukan sekadar unsur budaya lokal, melainkan simbol kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, ia ingin menghadirkan refleksi spiritual yang lebih membumi sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Nusantara kepada dunia.
Perjalanan membawa karya itu hingga sampai ke tangan Paus Leo XIV menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Butet. Ia menilai momen tersebut sebagai salah satu pencapaian penting dalam perjalanan hidup dan kiprahnya sebagai seniman budaya.
Di sisi lain, penyerahan lukisan itu juga memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan antara seniman dan pemimpin agama. Peristiwa itu menjadi simbol dialog lintas iman, sekaligus menunjukkan bagaimana seni dan budaya Indonesia mampu menjembatani perbedaan serta mendapat apresiasi di panggung internasional.
Melalui karya yang memadukan spiritualitas Kristiani dengan filosofi budaya Jawa, Butet Kartaredjasa menghadirkan pesan universal tentang kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan yang melampaui batas negara maupun keyakinan.
Artikel Terkait
Nurul Arifin: Damai AS-Iran Berpotensi Perkuat Ekonomi Indonesia, dari Harga Energi hingga Rupiah
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Winger Brasil Itu Berpeluang Main di Kualifikasi Liga Champions
Erick Thohir Perkenalkan Pelatih Timnas John Herdman ke Presiden Prabowo di Hambalang
Tiga Direktur Merdeka Copper Gold Mundur Serempak, Tunggu Restu RUPS