Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut yang melibatkan Bus Tiara Mas dan sebuah truk tangki trailer bermuatan tetes tebu di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Kamis (18/6/2026). Insiden yang terjadi di KM 816 Jalur A, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan itu mengakibatkan satu orang tewas di lokasi kejadian dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah ini bermula saat Bus Tiara Mas melaju dari arah barat ke timur, atau dari Pasuruan menuju Probolinggo, dengan menggunakan lajur lambat. Setibanya di KM 816, kendaraan tersebut tiba-tiba kehilangan kestabilan hingga oleng ke sisi luar. Dalam kondisi tidak terkendali, bus langsung menabrak bagian belakang kanan truk tronton tangki bernomor polisi DN 8578 NU yang melaju searah di depannya.
Benturan keras membuat Bus Tiara Mas mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian moncong depan dan seluruh body sebelah kiri yang terkoyak. Sementara itu, truk tangki yang dikemudikan oleh Tono Kasanto, warga Sukoharjo, Jawa Tengah, hanya mengalami kerusakan di bagian bemper belakang.
Seorang penumpang yang selamat, Adiono, menuturkan bahwa sebelum kecelakaan, sopir bus memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Menurutnya, laju bus sudah tampak tidak stabil sejak beberapa saat sebelumnya.
"Sopirnya sering ngebut dan beberapa kali mengambil lajur kendaraan lain dengan mendadak. Kemungkinan sopirnya kurang konsentrasi atau mengantuk," ungkap Adiono.
Pihak pengelola tol bersama Satlantas Polres Pasuruan yang menerima laporan segera menerjunkan armada ambulans dan tim evakuasi ke lokasi kejadian. Petugas memastikan seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun lima penumpang yang menderita luka ringan, langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas, Kabupaten Probolinggo, guna penanganan medis dan autopsi.
Di sisi lain, puluhan penumpang Bus Tiara Mas lainnya yang berhasil selamat tanpa luka langsung dipindahkan oleh petugas ke armada bus pengganti milik perusahaan agar dapat melanjutkan perjalanan ke kota tujuan. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Artikel Terkait
MotoGP Mandalika 2026 Dijadwalkan 9-11 Oktober, Dampak Ekonomi Tembus Rp4,96 Triliun
AS dan Iran Tandatangani Nota Kesepahaman Damai, Sepakat Buka Selat Hormuz dan Cabut Sanksi
Gubernur Jabar Pastikan Nobar Piala Dunia 2026 Dimulai Saat Semifinal
Komandan KKB Yahukimo Tewas Ditembak Tim Damai Cartenz Saat Coba Kabur ke Hutan