Timnas Austria mengawali petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-1 atas Yordania pada laga perdana Grup J yang berlangsung di Levi’s Stadium, Santa Clara, Rabu (17/6) dini hari WIB. Meski di atas kertas diunggulkan, anak asuh Ralf Rangnick harus bekerja keras dan baru bisa memastikan tiga poin melalui dua gol tambahan di menit-menit akhir pertandingan.
Yordania, yang untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia, sama sekali tidak gentar. Mereka memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat menyamakan kedudukan di babak kedua, membuat jalannya laga berlangsung ketat hingga detik-detik penutup. Kemenangan ini membawa Austria mengoleksi tiga poin, sementara Argentina memuncaki klasemen sementara Grup J setelah menghancurkan Aljazair 3-0 berkat trigol Lionel Messi.
Sejak peluit dibunyikan, Austria langsung mengambil inisiatif serangan. Tim besutan Ralf Rangnick tampil agresif dengan menekan pertahanan lawan dan mendominasi penguasaan bola. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21 ketika Romano Schmid melepaskan tembakan spektakuler dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau kiper Yordania, membawa Austria unggul 1-0.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri Austria. Namun, Yordania menunjukkan mental baja dengan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat yang merepotkan lini belakang lawan. Skor 1-0 untuk keunggulan Austria pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih berani. Perlawanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-50 ketika Ali Olwan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini sekaligus tercatat sebagai gol bersejarah pertama Yordania sepanjang partisipasi mereka di putaran final Piala Dunia. Keberhasilan ini semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Yordania, yang mampu mengimbangi permainan Austria dan membuat pertandingan berlangsung semakin terbuka.
Namun, Austria yang sempat nyaman menguasai pertandingan, dipaksa bekerja lebih keras untuk membongkar pertahanan rapat lawan. Kualitas dan pengalaman mereka akhirnya berbicara pada menit ke-76. Gol bunuh diri Al Arab Yazan mengembalikan keunggulan Austria menjadi 2-1. Tekanan terus menerus yang dilancarkan Austria akhirnya memaksa wasit menunjuk titik putih di masa injury time. Marko Arnautovic, pemain veteran, sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti pada menit 90 12, mengubah skor menjadi 3-1 sekaligus memastikan kemenangan dramatis bagi timnya.
Meski skor akhir terlihat cukup meyakinkan, jalannya pertandingan berlangsung jauh lebih ketat dari yang tercermin di papan skor. Data statistik menegaskan dominasi Austria sepanjang laga. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 63 persen, berbanding 37 persen milik Yordania. Austria juga tampil lebih berbahaya dengan menciptakan tiga peluang emas, sementara Yordania tidak mencatatkan satu pun peluang besar.
Dari sisi distribusi bola, Austria tampil lebih rapi dengan akurasi operan mencapai 84 persen dari total 580 umpan yang dilepaskan. Sebaliknya, Yordania mencatatkan akurasi operan 73 persen dari 331 operan. Namun demikian, Yordania tetap menunjukkan efektivitas serangan yang cukup baik. Kedua tim sama-sama melepaskan 11 tembakan, dengan masing-masing empat tembakan tepat sasaran.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Austria yang membidik tiket ke fase gugur. Das Team kini sejajar dengan Argentina yang juga meraih kemenangan pada laga pembuka. Pada pertandingan berikutnya, Austria akan menghadapi ujian berat saat bertemu Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Sementara itu, Yordania wajib bangkit ketika menghadapi Aljazair demi menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.
Artikel Terkait
Nurul Arifin: Damai AS-Iran Berpotensi Perkuat Ekonomi Indonesia, dari Harga Energi hingga Rupiah
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Winger Brasil Itu Berpeluang Main di Kualifikasi Liga Champions
Erick Thohir Perkenalkan Pelatih Timnas John Herdman ke Presiden Prabowo di Hambalang
Tiga Direktur Merdeka Copper Gold Mundur Serempak, Tunggu Restu RUPS