Prabowo Larang Telur Dadar dan Potongan Ayam Terlalu Kecil dalam Program Makan Bergizi Gratis

- Rabu, 03 Juni 2026 | 22:15 WIB
Prabowo Larang Telur Dadar dan Potongan Ayam Terlalu Kecil dalam Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi spesifik terkait menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala Negara secara tegas melarang penyajian telur dadar di seluruh dapur MBG.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat konsolidasi program Makan Bergizi Gratis di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para mitra pelaksana untuk tidak mengolah telur menjadi dadar.

“Mitra-mitra, yang kedua, telur jangan bikin dadar,” kata Prabowo.

Presiden beralasan, menu telur dadar rawan tercampur tepung sehingga kandungan gizi utuhnya tidak maksimal. Ia menegaskan bahwa telur yang disajikan kepada para siswa harus dalam bentuk utuh, seperti telur ceplok atau telur rebus.

“Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia. Kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya. Jadi telur harus utuh, ceplok atau rebus,” ujarnya.

Selain telur, Prabowo juga menyoroti ukuran potongan ayam yang disajikan kepada anak-anak. Ia memperingatkan agar tidak ada dapur MBG yang menyajikan potongan ayam berukuran terlalu kecil. Dalam rapat tersebut, ia meminta timnya memperlihatkan perbandingan dua piring berisi potongan ayam yang berbeda.

Di satu piring, ayam dipotong menjadi 14 bagian dengan ukuran yang sangat kecil. Sementara di piring lainnya, ayam dipotong menjadi delapan bagian dengan ukuran yang lebih besar.

“Coba lihat ayamnya, ayamnya, ayamnya kasih lihat. Ayam ya? Yang kiri, yang kiri kelihatan? Porsi kecil. Ini potong 14. Kelihatan? Nih ya, yang kiri adalah ayam dipotong 14,” kata Prabowo sambil memperlihatkan sebuah piring.

“Yang ini berapa? Yang ini delapan. Yang kanan delapan,” lanjutnya seraya menunjuk potongan ayam yang lebih besar.

Prabowo memberikan peringatan keras kepada para mitra yang menyajikan ayam potong 14. Ia meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk mengawasi pelaksanaan instruksi tersebut.

“Kalau, kalau potong lebih dari 14, dosa, dosa. Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa? Betul?” kata Prabowo.

“Benar ya? Nanti saya minta ya, Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, minta kepala-kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor. Ayamnya kecil atau besar. Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang ya. Ya, oke,” ujarnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar