Iran Ancam Serang Microsoft hingga Boeing, Balas Dendam atas Tewasnya Pejabat Tinggi

- Rabu, 01 April 2026 | 00:05 WIB
Iran Ancam Serang Microsoft hingga Boeing, Balas Dendam atas Tewasnya Pejabat Tinggi

Ancaman keras datang dari Garda Revolusi Iran. Mereka menyatakan siap melancarkan serangan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi ternama Amerika Serikat. Ini disebut sebagai balasan atas tewasnya sejumlah pimpinan mereka dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Menurut laporan media internasional, daftar targetnya mencakup 18 perusahaan AS. Nama-nama besar seperti Microsoft, Google, dan Apple ada di sana. Tak ketinggalan Intel, IBM, Tesla, hingga Boeing.

"Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada hari Rabu, 1 April, harus mengharapkan penghancuran unit-unit terkait mereka sebagai imbalan atas setiap pembunuhan di Iran,"

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka, yang juga disertai peringatan mengerikan.

"Kami menyarankan para karyawan lembaga-lembaga ini untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka demi keselamatan jiwa mereka."

Ancaman ini menggantung di tengah situasi yang sudah panas. Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru menyebut sedang menjalankan diplomasi untuk mengakhiri konflik. Meski begitu, ancaman untuk memperkuat kampanye melawan Iran juga ia lontarkan.

Pernyataan Garda Revolusi itu jelas merasa kesal. Mereka menuding pemerintah AS dan para raksasa teknologi telah mengabaikan peringatan untuk menghentikan operasi yang membidik pejabat tinggi Iran. Perusahaan-perusahaan teknologi itu dituding sebagai "elemen utama" dalam merancang dan melacak target pembunuhan.

Akibatnya, selain nama-nama tadi, perusahaan seperti Oracle, Palantir, dan Nvidia pun ikut masuk daftar hitam. Intinya, siapa pun yang dianggap aktif terlibat dalam rencana yang mereka sebut teroris, akan menghadapi pembalasan.

Semua ini berawal dari serangan AS dan Israel yang dimulai akhir Februari 2026. Hari pertama perang sudah menelan korban penting: Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan panglima Garda Revolusi Mohammad Pakpour tewas. Targetnya jelas, melumpuhkan seluruh jajaran kepemimpinan Iran.

Ali Larijani, kepala keamanan yang berpengaruh, juga sudah menjadi korban. Banyak tokoh kunci lainnya menyusul.

Israel dan AS tentu mengklaim telah memberikan pukulan telak. Tapi ceritanya tak berhenti di situ. Beberapa pengamat justru melihat Iran punya ketahanan yang kuat. Kemampuan mereka untuk bangkit dari kemunduran seperti ini, kata para analis, jangan diremehkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar