Prabowo Ungkap Alasan Emosional di Balik Kedekatannya dengan Kebumen, Panen Raya Udang Capai Level Dunia

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:55 WIB
Prabowo Ungkap Alasan Emosional di Balik Kedekatannya dengan Kebumen, Panen Raya Udang Capai Level Dunia

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hubungan istimewa itu disampaikan Kepala Negara saat menghadiri panen raya udang vaname yang kedelapan di kawasan tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) setempat, Sabtu (23/5/2026).

Dalam sambutannya di hadapan para petambak dan warga, Prabowo menceritakan bahwa almarhum ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo, lahir di daerah tersebut. Pernyataan itu sekaligus menjelaskan alasan di balik kedekatan pribadinya dengan wilayah yang dikenal sebagai Kota Beriman itu.

“Jadi, Kebumen ini ada hubungan khusus sama saya karena almarhum Ayahanda saya lahir di Kebumen ini, di sini. Lahirnya di, ada pabrik gula, pabrik gula yang sudah sekarang katanya jadi hotel katanya bener ya? Iya,” ujar Prabowo.

Di luar narasi personal tersebut, Presiden juga menyoroti capaian sektor perikanan di Kebumen. Ia menilai proyek budidaya udang yang telah berjalan selama dua hingga tiga tahun terakhir itu menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan, bahkan mampu bersaing di tingkat global.

“Jadi ya bapak-bapak, ibu-ibu sekalian hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang ya di proyek ini sudah dua tahun ya, tiga tahun dan panennya sekarang sudah hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Jadi sangat menjanjikan,” kata Prabowo.

Presiden mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, produktivitas tambak udang di kawasan tersebut tergolong luar biasa. Satu hektare lahan mampu menghasilkan hingga 40 ton udang dengan harga jual yang menguntungkan.

“Tadi saya diberi laporan suatu hektar bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa 40 ton ya. Berarti dan harganya sangat bagus, harganya paling rendah 70 ribu per kilo, 70 ribu per kg, 70 juta ya, 70 juta per ton,” ucapnya.

Selain dari sisi produktivitas, Prabowo juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar. Saat ini, sekitar 650 warga setempat bekerja di kawasan tambak tersebut. Ia membandingkan dengan proyek serupa di daerah lain yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Jadi, ini sangat bagus sangat produktif, berapa tenaga kerja yang bisa diserap? Berapa orang yang kerja sekarang? 650 orang setempat, 650 orang bekerja. Dan kita bangun di Waingapu 2 ribu hektare. Di sini, 65 hektare. Dan sedang dibangun Gorontalo 200 hektare, kita sedang bangun di Jawa Barat 14 ribu hektare, di Pantura. Hanya di sana ikan, di sini udang,” tuturnya.

Ke depan, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas proyek-proyek pangan berbasis protein di berbagai wilayah. Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, tetapi juga untuk mendorong ekspor dan menambah devisa negara.

“Di daerah-daerah kita mulai menambah. Kita akan bangun proyek yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” ujarnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar