Ribuan orang turun ke jalan di Greenland dan Denmark. Mereka protes, menolak rencana Donald Trump yang masih ngotot ingin membeli pulau terbesar di dunia itu. Ya, Presiden AS itu rupanya belum kapok. Ambisinya menguasai Greenland ternyata masih menyala.
Di sisi lain, Trump juga punya ancaman lain. Dia bilang, negara-negara yang nggak sejalan dengan rencananya itu bakal kena imbas. "Saya mungkin akan mengenakan tarif ke negara-negara, jika mereka tidak setuju dengan (rencana mengambil alih) Greenland," ujarnya.
Trump menegaskan alasannya. "Karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional."
Pernyataan keras itu dia sampaikan di Gedung Putih, Jumat lalu, dalam sebuah diskusi soal kesehatan. Tapi topiknya malah melompat ke Greenland. "Saya mungkin akan melakukan hal itu," tegasnya sekali lagi, tanpa tedeng aling-aling.
Memang, posisi Greenland sangat strategis. Pulau yang secara politik merupakan wilayah otonomi Denmark ini terletak di kawasan Arktik yang jadi rebutan banyak negara. Denmark sendiri adalah sekutu AS di NATO. Namun begitu, keinginan Trump ini jelas bikin banyak pihak geleng-geleng kepala, termasuk sekutunya sendiri.
Jadi, situasinya masih panas. Keinginan Trump yang satu ini, sekali lagi, memicu reaksi keras dan tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara
Peringati Hari Transportasi Nasional, Seluruh Moda Transportasi Umum di Jakarta Gratis
Hotel Borobudur Jakarta Luncurkan Program Rempah dan Budaya Ternate-Tidore Sambut Hari Bumi dan Waisak 2026
Polri Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp149 Miliar, Selamatkan 333.280 Jiwa