Sebuah partai politik yang mengusung nama “Partai Rakyat Kecoak” mendadak viral di India. Kemunculannya bukanlah gerakan politik serius, melainkan bentuk satire yang lahir sebagai respons atas pernyataan kontroversial seorang pejabat tinggi negara yang menyindir kaum muda.
Partai ini digagas oleh Abhijeet Dipke, seorang pemuda berusia 30 tahun yang merupakan lulusan jurusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston, Amerika Serikat. Ide tersebut muncul setelah Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, melontarkan pernyataan yang dianggap menghina generasi muda dalam sebuah sidang terbuka pada Jumat, 15 Mei 2026.
Dalam sidang tersebut, Surya Kant menyebut bahwa “parasit” tengah menyerang sistem. Ia kemudian secara spesifik menyamakan anak muda yang tidak memiliki pekerjaan dengan kecoak. “Ada kaum muda seperti kecoak, yang tidak mendapatkan pekerjaan atau memiliki tempat dalam profesi apa pun. Beberapa dari mereka menjadi media, beberapa menjadi media sosial, aktivis RTI dan aktivis lainnya, dan mereka mulai menyerang semua orang,” ujarnya.
Pernyataan itu sontak memicu reaksi luas. Abhijeet Dipke kemudian meresponsnya dengan cara yang tidak biasa: ia menciptakan lelucon politik dengan mendeklarasikan berdirinya Partai Janta Kecoak di mana “janta” berarti rakyat dalam bahasa Hindi. Awalnya hanya sekadar guyonan, namun siapa sangka, partai satire ini justru mendapat sambutan luar biasa dari banyak anak muda India di media sosial.
Hingga kini, partai tersebut terus menjadi perbincangan hangat di jagat maya, mencerminkan kegelisahan sekaligus kreativitas generasi muda India dalam menyuarakan kritik sosial melalui cara yang tidak lazim.
Artikel Terkait
OJK Ungkap Empat Faktor Utama IHSG Anjlok dari 9.000 ke 6.000
9 WNI Misi Kemanusiaan yang Ditahan Israel Dipastikan Segera Pulang, Tiba di Istanbul dalam Perjalanan ke Tanah Air
Kemlu Pantau Kondisi 9 WNI Ditahan Militer Israel, Koordinasi dengan Turki dan Yordania untuk Pembebasan
Indonesia Tolak Komunikasi Langsung dengan Israel demi Bebaskan Sembilan WNI yang Ditahan